Selama sepuluh tahun terakhir, Cristiano Ronaldo telah tunjukkan berbagai performa luar biasa. Buku sejarah sepak bola dunia dibuat penuh oleh pemain dengan sapaan CR7 ini.
Hingga sekarang, Ronaldo masih layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Puncak performanya bisa dibilang saat dirinya masih berseragam Real Madrid. Seperti diketahui, Ronaldo banyak meraih hal-hal luar biasa, dan torehkan sejumlah rekor.
Di usia 33 tahun, atau tepat pada musim 2018/19, Ronaldo resmi bergabung dengan Juventus dan menjadi pemain termahal dalam sejarah transfer Serie A. Meski sempat menjadi pahlawan dengan cetak hattrick di kompetisi UCL melawan Ateltico Madrid, Ronaldo gagal sumbangkan trofi Si Kuping Besar untuk Juventus.
Sejauh ini, atau dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mari kita sedikit bernostalgia dengan beberapa momen bersejarah Cristiano Ronaldo. Penasaran apa sajakah itu? Berikut starting eleven sajikan ulasannya.
Hattrick Pertama Untuk Real Madrid
Tak dipungkiri jika puncak kejayaan Ronaldo adalah ketika dirinya berseragam Real Madrid. Selama membela el Real, Ronaldo bertransformasi menjadi mesin gol sejati.
Hattrick Ronaldo ketika membela Real Madrid sendiri terbilang cukup banyak. Ia mampu mencetak 34 hattrick untuk Real Madrid di ajang La Liga Spanyol.
Namun, ada satu hattrick Ronaldo untuk Real Madrid yang paling berkesan. Hattrick yang dimaksudkan tersebut adalah ketika Ronaldo mencetak tiga gol saat Real Madrid menang 4-1 atas Real Mallorca pada 5 Mei 2010.
Mencetak Enam Hattrick Dalam Satu Musim
Cristiano Ronaldo menciptakan rekor baru yang rasanya bakal sulit dipatahkan dalam waktu yang lama. Pada tahun 2011, CR7 total sudah enam kali mencetak hattrick di La Liga.
Enam kali hattrick dalam satu musim merupakan sebuah rekor baru Liga Spanyol. Sebelumnya hattrick terbanyak yang bisa ditorehkan seorang pemain dalam semusim cuma berjumlah tiga atas nama Isidro Lagana saat membela Oviedo di musim 1935/36.
Hebatnya lagi dari enam hattrick yang dibuat Ronaldo tersebut, dua di antaranya adalah hat-trick sempurna. Maksud hattrick sempurna tersebut adalah Ronaldo mencetak gol menggunakan seluruh anggota tubuh yang diperbolehkan dalam permainan sepakbola seperti kaki kiri, kaki kanan dan kepala.
Hattrick sempurna pertama Ronaldo musim ini adalah saat dia melakukannya ke gawang Villarreal. Sementara yang kedua dia lakukan ke gawang Getafe.
Enam Hattrick itu sendiri dicetak ke gawang Racing Santander, Atletic Bilbao, Villarreal, Malaga, Sevilla, dan Getafe.
Hattrick Pertama Di Liga Champions
Pada tahun 2012, trigol Cristiano Ronaldo ke gawang Ajax Amsterdam terasa istimewa, sebab itu adalah yang pertama Ronaldo ukir di kompetisi antarklub terelit di Benua Eropa itu.
Hattrick tersebut tercatat sebagai yang pertama bagi CR7 di kompetisi Liga Champions Eropa setelah memulai debutnya bersama Manchester United di tahun 2003.
Setelah mencetak hattrick di laga tersebut, Ronaldo juga menjadi pemain Real Madrid ke-4 yang bisa membuat tiga gol di ajang Liga Champions setelah Ronaldo Luis Nazario Da Lima, Raul Gonzalez dan Karim Benzema.
Pecahkan Rekor Eusebio
Cristiano Ronaldo mencetak tiga gol saat Portugal mengalahkan tuan rumah Irlandia Utara dengan skor 4-2 dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014. Tiga gol itu merupakan hattrick pertama Ronaldo selama memperkuat tim nasional Portugal.
Atas hattrick-nya tersebut, Ronaldo telah mengoleksi total 43 gol saat itu, melampaui jumlah 41 gol legenda Portugal, Eusebio. Tak berselang lama, Ronaldo juga bisa menyamai jumlah 47 gol milik Pauletta yang masih memegang top scorer tim nasional Portugal.
Hingga saat ini, Ronaldo masih terus menjadi andalan timnas Portugal dan hampir menyalip top skor di tim nasional milik Ali Daei.
Ronaldo telah mengoleksi 99 gol usai menambah satu gol saat Portugal menang dengan skor 2-0 dari Luksemburg pada lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2020 pada November 2019 lalu. Pemain Juventus itu kini hanya terpaut 10 gol dari capaian 109 gol Ali Daei. Karenanya, Ronaldo bertekad melampaui rekor tersebut sebelum dirinya pensiun dari tim nasional.
Cetak Lima Gol Dalam Satu Pertandingan
Sejumlah rekor dibukukan Cristiano Ronaldo yang mencetak lima gol saat Real Madrid menang atas Granada di Estadio Santiago Bernabeu. Saat itu, pada musim 2014/15, Madrid menang dengan skor 9-1.
Bagi Ronaldo, mencetak lima gol dalam satu pertandingan merupakan catatan terbaiknya. Sebelumnya, dia sama sekali belum pernah mencetak lima gol dalam satu pertandingan.
Tiga dari lima gol itu bahkan dicetak pada babak pertama. Dia membukukannya pada menit ke-30′, 36′, dan 38′. Mencetak tiga gol dalam tempo 8 menit juga merupakan catatan hattrick tercepat Ronaldo sepanjang kariernya.
Cetak Hattrick Ke Gawang Timnas Spanyol
Cristiano Ronaldo menjadi bintang pada laga antara Portugal kontra Spanyol pada penyisihan Grup B di Piala Dunia 2018.
Saat itu, Ronaldo berhasil mencetak hattrick dan menyelamatkan timnas Portugal dari kekalahan. Sejumlah rekor pun berhasil ditorehkan pemain yang dinobatkan FIFA sebagai man of the match pada laga tersebut.
Pertama, Di usia ke 33 tahun dan 130 hari, Ronaldo jadi pemain tertua yang pernah mencetak hattrick di pertandingan Piala Dunia. Lalu, Gol ke gawang Spanyol di menit 88, adalah gol tendangan bebas pertama Ronaldo pada turnamen besar. Ia sudah melakukan 45 kali percobaan di Euro dan Piala Dunia, dan baru berhasil di laga tersebut ke gawang David De Gea.
Kemudian, Ronaldo adalah pemain keempat yang mencetak gol di empat Piala Dunia berbeda. Tiga pemain lainnya adalah Pele, Miroslav Klose dan Uwe Seeler.
Yang tak kalah penting, hattrick Ronaldo ke gawang Spanyol membuat dirinya menyamai rekor gol Ferenc Puskas, striker legendaris Hungaria. Hingga penampilan ke-151 bersama Portugal saat itu, penggawa Juventus telah mengemas 84 gol.
Gol Spektakuler Ke Gawang Juventus
Banyak yang menilai performa Cristiano Ronaldo sudah menurun dan tidak berada di level yang dulu. Kendati demikian di usia yang mulai menua, CR7 masih bisa menghasilkan momen ajaib.
Itu terjadi di perempat final Liga Champions Eropa pada tahun 2018. Ketika itu, Madrid harus menang melawan Juventus untuk mencapai babak empat besar.
Seperti biasa, Ronaldo muncul dan menunjukkan performa berkelas dalam dua leg. Pada pertandingan pertama di Turin, Madrid menang 3-0 berkat dua gol Ronaldo yang salah satunya juga membuat pendukung tuan rumah bertepuk tangan.
Gol kedua Ronaldo di pertandingan tersebut memang spesial. Menerima umpan lambung Carvajal dari sisi kanan, Ronaldo menjebol gawang Buffon dengan tendangan salto. Gol akrobatik tersebut pada akhirnya terpilih menjadi gol terbaik Liga Champions musim tersebut.
Piala Eropa 2016
Portugal berhasil melangkah ke final Euro 2016 dan menghadapi Prancis pada pertandingan pamungkas. Akan tetapi, mereka harus kehilangan Ronaldo lebih cepat karena cedera.
Ronaldo harus meninggalkan lapangan pada menit ke-25 karena mengalami cedera. Keluarnya Ronaldo tentu saja sangat membuat pasukan Fernando Santos sedikit terpukul.
Namun, Eder keluar sebagai pahlawan setelah mencetak gol pada babak extra time dan membuat Portugal meraih gelar Piala Eropa. Ronaldo tentu saja sangat gembira karena berhasil meraih trofi internasional pertamanya bersama tim samba Eropa.
Meraih 4 Gelar Liga Champions
Dalam satu dekade terakhir, Ronaldo berhasil torehkan prestasi luar biasa.
Setelah memenangkan Liga Champions dengan Manchester United pada 2008, Ronaldo menjadi pemain penting pada era kejayaan Real Madrid di Eropa. Dia memimpin Los Blancos memenangkan empat trofi dalam lima tahun.
Ronaldo meninggalkan Madrid dengan kenangan indah, dan yang paling penting, medali juara Liga Champions pada 2014, 2016, 2017 dan 2018.







