Ballon D’or, seperti yang semua orang tahu, adalah penghargaan paling bergengsi bagi setiap individu. Penghargaan ini pada umumnya diberikan kepada individu terbaik diantara yang terbaik.
Ballon D’or sebelumnya didasarkan pada suara jurnalis terkenal, terkait dengan permainan seorang aktor lapangan hijau. Namun setelah itu, penghargaan ini mendapat dasar yang lebih luas. Pelatih hingga kapten tim nasional juga berhak untuk memilih siapa pemain terbaik dunia.
Tahun demi tahun, penghargaan ini banyak memberikan kenangan. Para pemain berbakat mendapatkan apa yang layak mereka dapat. Dan untuk edisi 2019, Lionel Messi, muncul sebagai pemegang trofi Ballon D’or terbanyak.
Penggawa el Barca tercatat telah meraih sebanyak enam penghargaan tersebut, dan mengalahkan rival terdekatnya, Cristiano Ronaldo, dengan raihan lima trofi.
Dibalik kemegahan penghargaan ini, ada cerita menarik yang layak untuk diperbincangkan. Kira-kira apa sajakah itu? Berikut starting eleven sajikan 5 fakta menarik tentang Ballon D’or.
5. Hanya Ada 10 Pemain Yang Memenangkan Ballon D’or Lebih Dari Sekali
Meski memenangkan Ballon D’or sangatlah sulit, namun tetap saja ada segelintir pemain yang meraihnya sebanyak lebih dari sekali. Tercatat ada 10 pemain yang telah memenangkan Ballon D’or lebih dari satu kali.
Pemain pertama yang meraih lebih dari satu penghargaan Ballon D’or adalah Alfredo Di Stefano. Ia pertama kali memenangkan penghargaan tersebut pada tahun 1957 dan diikuti pada 1959.
Johan Cruyff lalu menjadi pemain yang mengulangi prestasi Di Stefano. Kemudian, bintang asal Jerman, Franz Beckenbauer, memenangkan Ballon D’or pada tahun 1972 dan 1976.
Kevin Keegan, Karl-Heinz Rummenigge, hingga Michel Platini juga berhasil masuk kedalam jajaran pemain paling elit di dunia. Mereka tercatat telah meraih trofi Ballon D’or lebih dari sekali.
Tak ketinggalan pula Marco van Basten dan sensasi asal Brasil, Ronaldo de Lima. Setelah pemain tersebut, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi menjadi penguasa dalam dunia sepak bola di era modern.
4. Hanya Ada Dua Klub Yang Menempatkan Tiga Pemainnya Diposisi Teratas
Dalam sejarahnya, AC Milan dan Barcelona menjadi dua klub yang sempat torehkan cerita manis di perebutan penghargaan Ballon D’or. Saat itu, di tahun 1988, Marco van Basten memenangkan trofi pertamanya. Penggemar I Rossoneri patut berbangga karena dua pemain dibawah van Basten berasal dari klub Itaia itu. Seperti diketahui, van Basten mengalahkan dua rekannya di tim merah-hitam, yaitu Ruud Gullit dan Frank Rijkaard, yang duduk diposisi kedua dan ketiga.
Di tahun berikutnya, Milan sekali lagi membuat sejarah. Diposisi tiga teratas penghargaan Ballon D’or, van Basten berada diposisi puncak dan diikuti oleh Franco Baresi dan Frank Rijkaard.
Setelah hampir dua dekade kemudian, atau pada 2010, Barcelona ikuti prestasi Milan. Mereka menempatkan Lionel Messi, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta diposisi tiga teratas. Di tahun tersebut, Messi menjadi yang terbaik seantero dunia.
3. Manchester United Menjadi Tim Inggris Dengan Koleksi Ballon D’or Terbanyak
Manchester United merupakan salah satu klub paling bersejarah di Inggris, bahkan dunia. Tercatat, mereka menjadi tim dengan penyumbang pemain yang meraih gelar Ballon D’or terbanyak di Negri Ratu Elizabeth. Di tahun 1964, Dennis Law hadir sebagai pemain MU pertama yang raih penghargaan tersebut. Dua tahun berselang, terdapat nama legenda sepak bola Bobby Charlton.
Lalu di tahun 1968, George Best tak mau kalah untuk menjadi yang terbaik. Kemudian pada 2008, Cristiano Ronaldo menjadi penyumbang Ballon D’or terakhir bagi Manchester United.
Total, United telah menyumbang empat pemain dalam penghargaan tersebut. Hanya ada nama Stanley Matthews dari Blackpool dan Michael Owen dari Liverpool sebagai saingan terdekat.
2. Jerman Sebagai Negara Yang Mendominasi
Ballon D’or telah memunculkan pemenang dari berbagai negara. Namun, dalam sejarahnya, Jerman menjadi penyumbang terbanyak. Tercatat, sudah ada enam pemain Jerman yang meraih penghargaan Ballon D’or. Total Jerman telah mengumpulkan sebanyak 8 penghargaan Ballon D’or dari enam pemainnya itu.
Di tahun 1972, Gerd Muller menjadi pemain Jerman pertama yang meraih penghargaan tersebut. Dua tahun berselang, Franz Beckenbauer ikut memasukkan namanya dalam buku sejarah.
Kemudian, Gunter Netzer ikut menyumbang nama pemain Jerman dalam penghargaan Ballon D’or. Empat tahun kemudian Beckenbauer memenangkan penghaargaan Ballon D’or keduanya, sebelum Karl-Heinz Rummenigge menjadi yang terbaik di dunia sebanyak dua kali secara beruntun.
Di tahun 1990, Lothar Matthaus ikut masuk kedalam jajaran elit Jerman. Enam tahun berselang, Matthias Sammer menjadi pemain Jerman terakhir yang memenangkan penghargaan prestis tersebut.
1. Sebelum 1995, Ballon D’or Hanya Diperuntukkan Bagi Pemain Eropa
Sejak pertama kali bergulir pada 1956, Ballon D’or hanya diperuntukkan bagi pemain Eropa. Namun sejak 1995, barulah penghargaan tersebut bisa didapat oleh pemain diluar Eropa.
Jika saja sejak awal penghargaan tersebut diperuntukkan bagi seluruh pemain di dunia, mungkin nama-nama seperti Pele, Diego Maradona, Mario Kempes, hingga Garrincha bisa berkali-kali mendapat predikat sebagai yang terbaik.







