Ruang ganti Arsenal rupanya masih menyimpan bara. Sebab, pemilihan Pierre-Emeric Aubameyang dinilai tidak sesuai prosedur. Kini, posisi pemain asal Gabon sebagai kapten tengah digoyang.
Pemain Arsenal kemudian dilaporkan tidak senang dengan keputusan Unai Emery yang memilih Aubameyang sebagai kapten baru. Sebab, mereka tidak dilibatkan sama sekali. Selain itu, eks Borussia Dortmund belakangan juga terlibat kontroversi.
Aubameyang belakangan disebut punya hubungan dengan akun YouTube fans Arsenal yakni: AFTV. Akun tersebut acap kali membuat video kontroversi terkait Arsenal. Aubameyang diketahui beberapa kali memberikan ‘suka’ pada unggahan akun tersebut di media sosial Instagram.
Para pemain Arsenal nampak geram dengan sikap Aubameyang tersebut dan kini mereka menggoyang posisi sang kapten.
Menurut sumber Givemesport, menyebut bahwa Aubameyang bukanlah kapten Arsenal yang menimbulkan kontroversi atau berisiko dicopot. Justru ada banyak masalah dalam kapten-kapten Arsenal pada satu dekade terakhir. Yang terbaru dan masih segar di ingatan tentu saja Granit Xhaka. Sebelum Aubameyang ditunjuk kapten, Xhaka adalah pemimpin Meriam London. Namun, kasus perseteruannya dengan para fans, membuat Unay Emery selaku pelatih mencopotnya sebagai kapten.
Lalu, sebelum, Aubameyang dan Granit Xhaka. Siapa saja kapten Arsenal yang pernah melakukan kontroversi dan akhirnya dicopot dari jabatan Kapten.
William Galas
Masalah dimulai ketika Arsene Wenger menyerahkan ban kapten pada William Gallas usai kepergian Thierry Henry pada Agustus 2007. Keputusan ini tidak disukai fans, dan pada akhirnya mengganggu ruang ganti. Gallas merupakan sosok yang mudah emosi, meledak-ledak. Sikapnya sering dikritik karena tidak mencerminkan pemain Arsenal.
Cesc Fabregas
Wenger memilih pemain muda daripada yang berpengalaman, dia menunjuk Cesc Fabregas yang kala itu masih berusia 21 tahun. Saat itu, tampaknya Wenger ingin pemain muda lebih bertanggung jawab. Sayangnya, Fabregas kian frustrasi karena sulit meraih trofi di Arsenal. Pada akhirnya dia pulang ke Barcelona, meski itu menodai loyalitasnya pada The Gunners.
Robin Van Persie
Kisah ban kapten Robin van Persie nyaris sama, bahkan lebih buruk. Dia dipercaya mengenakan ban kapten setelah menikmati musim terbaiknya pada musim 2011/12, 30 gol di Premier League dibungkus Van Persie. Namun, entah mengapa Van Persie tidak mau meneken kontrak baru. Arsenal terpaksa menjualnya, Van Persie memilih MU. Tentu, transfer ini dianggap sebagai pengkhianatan kapten Arsenal.
Thomas Vermaelen
Saat itu, keputusan menunjuk Thomas Vermaelen sebagai kapten tampak logis, tapi performanya terus merosot usai mengenakan ban kapten. Perlahan-lahan, Vermaelen kehilangan tempatnya di tim inti.
Dia meninggalkan Arsenal untuk Barcelona pada tahun 2014. Transfer ini tidak terlalu berguna, Vermaelen hanya duduk di bangku cadangan.
Mikel Arteta
Mikel Arteta membantu Arsenal melalui periode sulit sejak tiba pada tahun 2011. Dia menerima estafet ban kapten dari Vermaelen.
Sayangnya, karier Arteta terputus-putus karena cedera. Dia tidak banyak bermain, justru sering absen. Tentu, kapten seharusnya hadir di lapangan untuk memimpin tim, Arteta gagal melakukannya.
Per Mertesacker
Fans Arsenal cukup bingung ketika Wenger menunjuk Per Mertesackker sebagai kapten. Padahal saat itu bek tengah jangkung ini menepi cukup lama karena cedera lutut parah.
Mertesacker sebenarnya disukai fans karena loyal, tapi masalah cedera tidak bisa diabaikan. Dalam dua tahun menjabat kapten Arsenal, Mertesacker hanya memainkan 14 pertandingan.
Laurent Koscielny
Sebelum Xhaka, ada Laurent Koscielny. Dia merupakan salah satu yang terbaik dari nama-nama sebelumnya. Koscielny bisa memimpin dari pos bek tengah.
Sayangnya, Koscielny berang ketika permintaan transfernya ditolak pada Juli 2019 lalu. Dia bersikap tidak profesional dengan menolak mengikuti tur pramusim.
Pada akhirnya, Koscielny memaksakan kepindahannya ke Bordeaux, yang membuka jalan bagi Xhaka menjadi kapten.






