Siapa yang tak kenal Carles Puyol, legenda Barcelona dan timnas Spanyol ini menjadi salah satu pemain paling disegani. Memiliki kharisma serta jiwa kepemimpinan yang tinggi membuat Puyol menjadi sosok sempurna saat berada di atas lapangan.
Meski sudah tidak aktif bermain, nama Puyol akan selalu dikenang sebagai salah satu bek terkuat yang pernah ada di dunia. Selama 18 tahun perjalanan karirnya, Puyol telah menghasilkan banyak prestasi baik secara individu ataupun untuk klubnya.
Puyol bahkan sudah membuktikan kualitasnya dengan membawa Barcelona dan Timnas Spanyol memenangkan gelar bergengsi seperti Liga Champions dan Piala Dunia.
Meski dikenal sebagai bek tengah yang tangguh, tidak banyak yang tahu bahwa Puyol mengawali karirnya tidak sebagai seorang bek. Ia sempat bermain sebagai seorang striker, bek kanan dan gelandang bertahan sebelum akhirnya memantapkan dirinya di posisi bek central.
Dalam wawancara eksklusif bersama media-media Indonesia dalam kegiatan UEFA Champions League Trophy Tour Presented by Heineken di Surabaya. Puyol membeberkan bahwa pergeseran posisinya itu merupakan instruksi dari para manajernya di masa lalu.
“Saya hanya mengikuti instruksi dari manajer untuk bermain di posisi yang berbeda-beda. Saya hanya berusaha beradaptasi saja,” ujar Puyol
Puyol mengisahkan bahwa ketika ia sudah memiliki posisi yang paten sebagai seorang bek tengah, bukan berarti ia akan mudah bermain untuk tim utama Barcelona.
Puyol menyebut bahwa ia sempat beberapa kali tergusur dari tim utama Barcelona karena kalah bersaing dengan para gelandang Barcelona yang kerap turun hingga ke garis pertahanan timnya.
Pria yang kini berusia 41 tahun ini juga bercerita bahwa ia harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan satu tempat di tim utama Barcelona. Ia mengaku banyak belajar dan mengamati dari bek-bek kelas dunia, salah satunya adalah legenda AC Milan dan timnas Italia, Paolo Maldini.
“Saya banyak belajar dari rekan setim. Saya juga melihat bagaimana pemain lain dalam bermain. Salah satunya Paolo Maldini, saya banyak belajar dari dia.” Ujar Puyol.
Kita semua tahu, bahwa Paolo Maldini merupakan salah satu bek terbaik dunia yang beredar di era 90-an hingga awal 2000-an, di mana dalam rentang waktu tersebut Puyol masih mencari jati diri sebagai seorang bek. Usia Maldini dengan Puyol berselisih 20 tahun, amat wajar jika Puyol muda banyak belajar dari sosok dan gaya permainan Paolo Maldini.
Paolo Maldini sendiri juga merupakan pemain yang selalu dikagumi Carles Puyol. Puyol bahkan pernah menulis surat sepenuh hati kepada mantan bek Italia itu, ketika mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola pada usia 41 di tahun 2009 silam.
Isi surat tersebut sebagai berikut
“Dear Paolo,, Sebagai sesama pemain saya tahu bahwa kita semua pasti akan gantung sepatu, baik cepat atau lambat. Namun, saya tak pernah mengira kalau Anda juga akan mengalaminya. Anda adalah Maldini yang hebat dan tak tergantikan. Meski di usia 40, Anda tetap yang terbaik.” (Dikutip dari Marca)
“Saya masih kecil ketika Anda pertama kali masuk dunia sepak bola profesional. Sejak itu, saya selalu mengagumi Anda. Banyak orang bilang bahwa, semakin dewasa, kita akan melupakan para idola kita. Itu tak terjadi pada saya. Respek saya terhadap Anda justru bertambah besar.“
“Ketangguhan dalam bertahan, keahlian membaca serangan lawan dan agresivitas merupakan semua hal yang saya kagumi dari Anda. Namun, yang paling saya kagumi adalah bagaimana Anda selalu bermain sepak bola dengan penuh dedikasi serta menjunjung tinggi nilai sportivitas, dan itu coba saya lakukan juga di Barca.“
“Anda tak pernah mengeluarkan komentar-komentar yang tidak pantas. Seingat saya, Anda juga tidak pernah melancarkan tekel-tekel brutal. Anda telah membuktikan bahwa seseorang tak perlu mengandalkan kekerasan untuk menjadi salah satu bek terbaik dalam sejarah.“
“Sepak bola takkan lagi sama tanpa keberadaan Maldini.“
“Terima kasih banyak atas semua yang telah Anda berikan kepada dunia sepak bola. Terima kasih karena sudah menjadi seorang Paolo Maldini.“
Paolo Maldini membela Milan selama periode 1985-2009. Selama itu, dia hanya pernah berseragam Rossoneri. Sementara Puyol telah memperkuat tim utama Barcelona sejak tahun 1999 dan pensiun di tahun 2014.
Di mata pemain lain, Puyol dikenal memiliki jiwa kepemimpinan dan etos kerja yang tinggi. ia masih berlatih meski sesi latihan telah usai atau sedang libur. Selama membela tim senior Barcelona, Puyol bermain dalam 593 pertandingan dan mencetak 18 gol.






