• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, May 22, 2024
  • Login
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
No Result
View All Result
Home BIOGRAFI

Biografi Zinedine Zidane

Garin Nanda by Garin Nanda
December 27, 2019
in BIOGRAFI
0 0
0
Biografi Zinedine Zidane
Share on FacebookShare on Twitter

Zinedine Yazid Zidane lahir pada 23 Juni 1972 di Marseille, Prancis. Ia lahir dari pasangan Smail dan Malika Zidane. Zidane tumbuh di kawasan La Castellane. Sebuah kota pelabuhan di selatan Prancis yang ramai akan kejahatan.

Selain kejahatan, tingkat bunuh diri, terutama bagi para pendatang juga tergolong sangat tinggi. Zidane termasuk kedalam keluarga yang biasa-biasa saja.

Ayahnya adalah seorang imigran asal Aljazair. Dia berprofesi sebagai seorang petugas keamanan shift malam di sebuah pusat perbelanjaan. Sementara itu ibunya adalah ibu rumah tangga biasa.

Berasal dari keluarga kawasan jazirah Arab, Aljazair, Zinedine Zidane diketahui memeluk agama yang sama dengan kedua orangtuanya yakni Islam.

Semua berawal dari tahun 1953. Smail dan Malika Zidane, orang tua Zidane memutuskan untuk pindah dari wilayah Kabylie, Aljazair menuju ke Prancis. Beberapa tahun setelah kepindahannya, Algerian War pecah. Keluarga mereka pindah ke wilayah Saint-Denis dan bertahan hingga tahun 1960.

Di tahun 1960, mereka pindah ke wilayah La Castellane, Marseille. Wilayah tersebut kental dengan aroma-aroma daerah yang marjinal. Tingkat pengangguran dan kriminilitas di wilayah tersebut cukup tinggi pada masanya. Mungkin juga ini yang membuat mental Zidane terasah.

Bakat bermain bola Zidane sudah kelihatan sejak usia lima tahun. Terbukti, di usianya yang ke 10, Zidane sudah bergabung dengan tim sepak bola junior dari Castellane.

Karier sepak bola profesional pertama Zinedine Zidane dimulai di klub AS Cannes.

Zidane mencetak gol pertamanya tahun 1991 saat AS Cannes memenangkan pertandingan melawan Nantes dengan skor 2-1. Di tahun 1992 -1993, Zidane pun ditransfer ke Girodins de Bordeaux. Prestasinya sebagai pesepak bola mulai terlihat cemerlang.

Lambat laun, sejumlah klub Inggris mulai menawar Zidane, sebut aja Newcastle United yang menawari kontrak 1,2 juta pounds. Tapi, Zidane malah berlabuh di Italia, lebih tepatnya di Juventus pada 1996.

Prestasi Zidane di Tim Zebra ini juga cukup memukau. Juventus berhasil menjadi juara Serie A Italia musim 1996/97, dan Piala Intercontinental 1996. Dan akhirnya Juve juga berhasil menjadi juara Serie A musim 1997/98.

Total gol yang dicetak Zidane saat awal masuk ke Juve hingga 1998 berjumlah 32.

Namun perlu diketahui bahwa sebelum tuai kesuksesan di Juventus, Zidane nyaris bergabung dengan klub Liga Primer Inggris, Blackburn Rovers.

Semasa Zidane masih merumput di Prancis bersama Bordeaux, Blackburn Rovers sebenarnya memiliki peluang untuk mendatangkan dirinya. Akan tetapi, sebagaimana diungkap mendiang Jack Walker yang ketika itu memiliki Blackburn, kesempatan merekrut salah satu pesepakbola terhebat dunia itu ditolak karena mereka sudah punya Tim Sherwood.

Seperti yang sudah disinggung diawal, Zidane ketika itu juga dihubungkan dengan klub Inggris lain, Newcastle United. Tapi petinggi Newcastle menilai Zidane tak cukup tangguh untuk bermain di Premier League.

Dalam gagalnya proses transfer Zidane menuju Blackburn, Jack Walker menjadi pihak yang patut disalahkan. Ia memang telah membiayai kesuksesan klub dengan menjuarai Premier League pada 1995. Namun, ia tidak selalu melakukannya dengan benar.

Manajer saat itu, Kenny Dalglish, menyarankan klub untuk mendatangkan Zidane yang kala itu membela Bordeaux. Pemain berposisi sebagai gelandang tengah itu diharapkan bisa membantu klub. Walker bisa dikatakan menyesal dengan mengeluarkan pernyataan menolak.

Pada akhirnya, Zidane dibeli oleh Juventus, di mana ia membuktikan kemampuannya sebelum pindah ke Real Madrid sebagai pemain termahal di dunia.

Ya, setelah puas berseragam hitam-putih, Zidane dinobatkan sebagai pemain termahal dunia, menyusul kepindahannya menuju Real Madrid.

Di tahun 2001, rekor sebagai pemain termahal di dunia pernah disematkan kepada Zidane saat ditransfer Real Madrid dari klub Italia, Juventus pada musim 2001/02 dengan nilai 46 juta pounds atau setara 831 milliar rupiah.

Zidane sudah hampir meraih semua gelar individu sebelum musim 2001.

Piala Dunia, juara Seri A Italia, pemain terbaik dunia, pemain terbaik Eropa sudah menyesak lemari gelarnya. Namun satu gelar yang belum diraih yakni juara Liga Champions Eropa. Mimpi itu akhirnya terwujud setelah ia pindah ke Real Madrid dan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2001/02.

Zidane bahkan mencetak satu gol indah melalui tendangan setengah voli ke gawang Bayern Leverkusen di partai puncak.

Sebelum ciptakan momen ikonik di final Liga Champions, Zidane juga berhasil torehkan tinta emas di gelaran Piala Dunia 1998, dimana Prancis menjadi tuan rumah.

Piala Dunia 1998 adalah Piala Dunia pertama yang diikuti oleh Zidane.

Walaupun baru pertama kali bertanding di Piala Dunia, Zinedine Zidane tampil luar biasa. Prancis berhasil mengalahkan Brazil di final dengan skor 0 – 3, Zidane menyumbang satu gol di antaranya. Dianggap paling berpengaruh, ia dianugerahi gelar Man of the Match.

Pada saat yang bersamaan, foto Zidane pun dipajang di monumen Act de triomphe de l’Etoile. Foto itu disertai dengan kata Merci Zizou (terima kasih Zizou).

Zidane memang mengawali semuanya dengan baik. Bahkan, debutnya bersama timnas Prancis menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam sepak bola.

Tepat pada 17 Agustus 1994, Zinedine Zidane menjalani debut untuk Timnas Prancis. Zidane diturunkan oleh Aime Jacquet di babak kedua menggantikan Corentin Martins saat Prancis melawan Republik Ceko.

Masuk sebagai pemain pengganti, Jacquet membutuhkan suntikan tenaga baru untuk bisa menghindarkan Les Bleus dari kekalahan. Saat itu, Prancis tengah tertinggal 2-0 dan Zidane dimasukkan untuk bisa menambah daya dobrak.

Menerima umpan dari matang di area Republik Ceko, dia dengan apiknya mengecoh dua bek seteru sebelum melepas dentuman dari jarak 25 meter yang mengarah ke pojok gawang. Sungguh debut yang mungkin tak akan bisa dilupakan.

Torehan pertama tadi seolah membuat Zidane kian lapar dan dia pun menambah gol lewat tandukan sempurna dari jarak 10 meter untuk kemudian memaksakan pertandingan berakhir sama kuat 2-2.

Secara total, Zidane telah mampu mengemas 31 gol dalam 108 kali penampilannya bagi Prancis. Dua kali terlibat di final Piala Dunia, salah satunya menjadi juara pada 1998.

Setelah penampilan yang sangat fantastis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, tidak sedikit publik sepak bola yang menganggapnya sebagai pemain terbaik di dunia.

Kelebihan dan keahliannya melakukan dribbling dan penguasaan bola sering membuat pemain lawan merasa frustasi karena sulitnya merebut bola darinya.

Namun selain torehkan tinta emas, Zidane juga punya kenangan yang amat buruk. Itu terjadi pada gelaran Piala Dunia 2006. Meski berhasil membawa Prancis hingga ke partai final, Zidane tak kuasa membendung emosinya saat diprovokasi oleh pemain lawan.

Di Piala Dunia 2006, namanya kembali menggema. Bukan karena prestasi, melainkan karena ia melakukan sebuah kesalahan fatal. Ia menanduk dada Marco Materazzi dan membuat dirinya diusir dari lapangan. Dirinya pun harus rela mandi lebih cepat.

Apapun alasan di balik keputusannya melakukan tandukan ke dada Materazzi, tindakan tersebut tidak dibenarkan. Dan karier Zizou di level Timnas berhenti dengan tinta merah yang sukar untuk dihapus.

Di level klub sendiri, Zidane mengakhiri karier bersama Real Madrid dan torehkan sejumlah gelar termasuk La Liga, Piala Super Spanyol, Liga Champions Eropa, hingga Piala Super Eropa.

Di klub asal Spanyol itu, Zidane masuk dalam 11 Pemain Asing Terbaik dalam Sejarah Real Madrid.

Di masa pensiun, Zidane terlihat masih belum bisa move on dari sepak bola. Terbukti di tahun 2010 dia menerima pinangan Real Madrid sebagai penasihat. Pada 2013, dia menjadi asisten pelatih Real Madrid ketika itu, Carlo Ancelotti.

Setahun kemudian, Zidane naik pangkat dengan menjadi pelatih inti di Real Madrid Castilla (Real Madrid B) alias tim yang isinya adalah pemain cadangan Real Madrid. Tim ini berlaga di Segunda Division B.

Dua tahun kemudian, lebih tepatnya pada 2016, Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid.

Pada 29 Mei 2016, ia membawa Real Madrid meraih trofi ke-11 Liga Champions, dan terakhir tahun 2018 lalu, Real Madrid meraih trofi ke-13 Liga Champions.

Di kehidupan pribadinya, ketika bermain di tim Cannes, Prancis tahun 1988-1989, Zidane jatuh cinta dengan seorang wanita asal Spanyol bernama Veronique Fernandez. Mereka pun menjalin asmara hingga kemudian menikah di tahun 1994.

Buah dari cintanya, Zidane dan Veronique memiliki 4 orang anak, dan semuanya laki-laki, Enzo Fernandez, Luca Zidane, Elyaz Zidane Fernandez, dan Theo Zidane.

Garin Nanda

Garin Nanda

Next Post
Extra Time (27/12/19) : Hasil Pertandingan,  Ibra Jadi Gabung Milan, Van Dijk Bantu Tukang Rumput Stadion

Extra Time (27/12/19) : Hasil Pertandingan, Ibra Jadi Gabung Milan, Van Dijk Bantu Tukang Rumput Stadion

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with us

  • 134 Followers
  • 61.3k Followers
  • 200k Subscribers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

The Biography of Robert Lewandowski

April 2, 2019
Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

August 1, 2019

The Life Story of N’Golo Kante

February 28, 2019

Why Football Players Shave their Leg-hairs

April 25, 2019

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

0

What is good from Frenkie de Jong?

0

A Life Story of Paulo Dybala

0

Who is actually Ole Gunnar Solskjaer?

0

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

Recommended

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Read more

Categories

  • Basketball
  • BERITA BOLA
  • BIOGRAFI
  • Boxing
  • CERITA
  • Cycling
  • Football
  • Football Stories
  • Formula 1
  • Golf
  • Moto GP
  • Story
  • Tennis
  • Uncategorized

Tags

acmilan Ajax argentina Barcelona biography brazil Champions League chelsea filippoinzaghi footballstar Football Stories Football Story intermilan italy juventus liga champions lionelmessi liverpool luissuarez manchester city manchester united manchesterunited mariobalotelli messi MMA MotoGP 2017 mourinho MU neymar pemain terbaik premierleague premier league realmadrid real madrid ronaldinho ronaldo rumor transfer Super Bowl The Presidents Cup UFC US Sports Valentino Rossi worldcup Zlatan Ibrahimovic zlatanibrahimovic

Recent News

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Story
  • Football Stories

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In