Granit Xhaka sempat timbulkan kegaduhan di kubu gudang peluru. Dirinya yang tidak terima diganti oleh sang pelatih tunjukan raut muka tak mengenakkan. Sikap Xhaka itupun lantas memantik reaksi para penggemar.
Hasilnya? Dia banyak dicemooh dan mendapat ungkapan tak semestinya. Namun yang mengejutkan, pria asal Swiss ini kemudian membalas cercaan supporter dengan gesture dan bahkan ungkapan tak pantas. Praktis, perilaku tersebut langsung menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan.
Selain Granit Xhaka, berikut kami sajikan deretan pemain Arsenal yang juga bermasalah meski menjabat sebagai kapten tim.
1. Cesc Fabregas
Pertama kali menjadi kapten Arsenal pada umur 21 tahun, Cesc Fabregas teralihkan saat Barcelona mengincarnya pada 2010. Hal itu terhitung wajar, mengingat Barca adalah tim kota kelahiran sang gelandang.
Dua tahun karier terakhirnya di London terus diganggu oleh Barcelona. Setelah beberapa kali menyanggah kabar itu, Fabregas akhirnya pindah ke Barcelona pada musim panas 2011. Parahnya, Fabregas tak muncul pada laga terakhir musim di Fulham dan memilih hadir ke balapan Formula 1 di Spanyol. Kebencian fans terhadapnya pun kian memuncak. Apalagi, saat kembali ke Inggris, Fabregas malah bergabung dengan rival sekota The Guners, Chelsea.
2. Koscielny
Sebelum Granit Xhaka, Laurent Koscielny lebih dulu memimpin armada The Gunners. Namun ia pun tak luput dari perilaku buruk. Koscielny yang masih bertindak sebagai kapten mangkir dari tur pramusim setelah ia dikatakan memiliki isu dengan perpanjangan kontraknya.
Ia pun membuat kontroversi tambahan dengan melepas jersey Arsenal dan menunjukkan jersey Bordeaux dalam video perkenalannya bersama tim Perancis tersebut. Video tersebut dikatakan banyak fans sebagai langkah tidak menghormati The Gunners.
3. William Gallas
Gallas mungkin menjadi salah satu penunjukkan kapten yang rada nyeleneh oleh Arsene Wenger pada awal 2007/08. Hanya beberapa pekan setelah diangkat kapten, Gallas menyatakan bahwa ia tak bahagia dengan kebijakan-kebijakan manajemen.
Ketika itu, alasan Wenger menunjuk Gallas sebagai kapten adalah ia ingin seorang bek tengah yang menjadi pemimpin di lapangan. Akan tetapi, keputusan itu terbukti salah secara cepat. Gallas berperilaku histeris setelah Gael Clichy menyebabkan penalti pada menit-menit akhir laga kontra Birmingham.
Setelah hanya setahun, ban kaptennya pun dilepas dan diberikan kepada Cesc Fabregas.
4. Robin van Persie
RvP menghabiskan delapan musim di London Utara. Pada Agustus 2011, ia ditunjuk oleh Arsene Wenger sebagai kapten The Gunners. Kendati punya catatan panjang cedera dan emosi yang suka meledak-ledak, Van Persie tampil luar biasa dengan mencetak 37 gol di semua kompetisi pada 2011-2012.
Setelah sebelumnya sempat secara terang-terangan memberi tahu klub bahwa ia ingin pergi dari Emirates, pemain asal Belanda inipun resmi berlabuh ke klub rival, Manchester United.
Van Persie minggat dengan banderol 24 juta pounds atau setara 435 milliar rupiah dan memenangi trofi Premier League pada musim pertamanya di Old Trafford.







