• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, April 13, 2024
  • Login
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
No Result
View All Result
Home CERITA

Gael Kakuta, Talenta Paling Terang Tetapi Tak Pernah Bercahaya

Khairul Anwar by Khairul Anwar
July 13, 2019
in CERITA
0 0
0
Gael Kakuta, Talenta Paling Terang Tetapi Tak Pernah Bercahaya
Share on FacebookShare on Twitter

Footballovers, Banyak pesepakbola yang diusia muda tampil begitu apik lalu disebut-sebut akan menjadi pemain besar di masa yang akan datang, namun justru karirnya merosot.

Cerita mengenai fenomena tersebut sempat hadir di era 2000-an. Saat muncul sesosok anak muda berusia belasan tahun yang menurut pengamatan seorang pemandu bakat profesional, pemain tersebut memiliki kemampuan hebat dengan skill olah bola yang mumpuni.

Yang lebih istimewa pemain tersebut kerap kali tampil membela negaranya di berbagai ajang di level junior, tak tanggung-tanggung, ia bahkan telah tampil 73 kali dan mencetak 23 gol bagi timnas junior. Namun entah bagaimana ceritanya, pemain itu tak pernah tampil membela negara nya di level senior.

Bahkan akibat pemain tersebut, sebuah klub papan atas inggris, Chelsea harus dikenai larangan transfer oleh UEFA. Namun setelah masalah itu beres, pemain itu malah membuat kecewa pihak klub atas penampilannya yang tidak mengesankan.

Dari ketiga hal tersebut, salah satunya mungkin juga pernah dialami oleh kebanyakan pemain muda lain. Tetapi ketiga hal itu semuanya hanya menunjuk pada satu talenta yang hilang, satu anak didik yang gagal, seorang pemain yang kariernya merosot tajam, dan ketika cahaya terang yang akhirnya redup.

Nah, footballovers, Pemain yang kami maksud tadi adalah Gaël Kakuta. Namanya mungkin terdengar asing di telinga kalian ya footballovers ? ya wajar saja ia bukanlah pemain hebat sekelas James Rodrigues atau Karim Benzema.

Gael Kakuta hanyalah salah satu fenomena pemain sepakbola yang karir terbaiknya hanya terjadi di level junior.

Footballovers, Jiwa sepakbola sudah ada dalam diri Kakuta saat masih kecil. Keinginannya untuk bermain bola pertama kali ketika ia berusia tujuh tahun, waktu itu ia menyaksikan pamannya bermain untuk tim kedua Lille.

Dari sang paman lah, Kakuta mempunyai cita-cita untuk menjadi pemain profesional. Hingga akhirnya pada tahun 1998 ia bergabung dengan klub lokal US Lille-Moulins.

Setelah bermain untuk akademi US Lille-Moulins, ia bergabung dengan akademi Lens di tahun 1999. Setelah menjalani beberapa tahun yang sangat mengesankan bersama tim junior Lens.

Bakatnya kemudian di lirik oleh klub papan atas inggris, Chelsea. Pemain kelahiran 21 juni 1991 di Lille Prancis tersebut akhirnya resmi berseragam the blues pada tahun 2007.

Namun kedatangan Kakuta ke Chelsea ternyata menimbulkan masalah, pasalnya perekrutan Kakuta oleh Chelsea tanpa persetujuan dari klub Lens. Lens akhirnya menuntut Chelsea dan setelah dilakukan penyelidikan, FIFA memutuskan mendukung mereka.

Akhirnya pada Agustus 2009, Badan Resolusi FIFA menjatuhkan larangan transfer kepada Chelsea. “The Blues” tak boleh membeli pemain hingga jendela transfer bulan Januari 2011.

Di Chelsea, Kakuta terlebih dulu bermain untuk tim junior Chelsea. Musim perdananya bermain di Chelsea, Kakuta mampu mencetak 12 gol dalam 24 penampilan. Dirinya juga terpilih sebagai Pemain Akademi Terbaik.

Pada musim 2008/09, Kakuta diberi kesempatan untuk berlatih dengan tim utama Chelsea, meskipun ia masih berstatus sebagai pemain tim junior chelsea.

Namun kejadian naas sempat menimpa Kakuta, karena pada februari 2009 ia mengalami patah tulang pergelangan kaki saat membela tim junior chelsea berhadapan dengan akademi Glenn Hoddle di laga persahabatan.

Ia pun harus beristirahat dari lapangan hijau selama enam bulan. Setelah sembuh dari cedera, Kakuta masuk ke tim utama chelsea dan melakukan debut di liga primer pada 21 november 2009 melawan Wolverhampton Wanderers. Banyak pihak yang terkesan dengan trik, skill, kecepatan dan semangat pemuda asal prancis tersebut.

Pada 8 Desember 2009, ia melakukan debut di Liga Champions melawan APOEL. Ia menjadi pemain Chelsea termuda yang pernah bermain di Liga Champions. ia bermain selama 73 menit sebelum digantikan Fabio Borini. Laga itu berakhir imbang 2-2, Carlo Ancelotti tidak puas dengan kinerja tim, tetapi ia memuji penampilan Gael Kakuta.

Anceloti mengatakan, “Kami tidak memiliki intensitas dan konsentrasi pada pertandingan itu, permainan kami sangat buruk. Satu-satunya hal positif malam itu adalah Gaël Kakuta. Ia bermain sangat baik, ia menunjukkan bakatnya yang luar biasa. ia berlatih dengan sangat baik setiap hari dan akan menjadi masa depan Chelsea. ” Ujar Pelatih Chelsea asal italia tersebut.

Pada 11 September 2010, Kakuta memainkan pertandingan keduanya di Liga Premier dari bangku cadangan. Empat hari kemudian, ia melakukan hal yang sama di laga Liga Champions melawan Žilina. Meskipun cukup kompeten, ia jarang dimainkan sebagai starter.

Minggu berikutnya, ia terpilih sebagai starter pada pertandingan Piala Liga melawan West Ham. Namun penampilan Kakuta gagal memuaskan sang pelatih, hingga akhirnya ia tidak dimainkan di babak kedua.

Di tahun yang sama Kakuta bahkan menjadi pemain terbaik piala eropa u-19 saat mampu mengantarkan Les Blues keluar sebagai juara.

Desember 2010, masa depannya di Chelsea sepertinya akan bersinar terang karena ia mendapat perpanjangan kontrak baru hingga empat tahun kedepan. Namun di saat yang sama, ia menyatakan ketidakpuasannya dengan perannya sebagai penghangat bangku cadangan dan keinginan untuk lebih banyak bermain di tim utama.

Pada januari 2011, akhirnya Kakuta dipinjamkan ke Fulham dengan harapan agar ia mendapat menit bermain lebih banyak. Namun nasib berkata lain, hingga akhir musim 2010/11, Kakuta hanya bermain sebanyak 7 pertandingan saja. Kemudian ia dipinjamkan ke Bolton Wanderers pada agustus 2011.

Tetapi lagi-lagi Kakuta dianggap tidak berhasil, ia gagal mendapatkan tempat utama, di mana ia hanya membuat enam penampilan secara keseluruhan. ia kembali ke Chelsea pada 31 Desember 2011.

Pada akhirnya, Karir sang pemain berbakat lebih sering di pinjamkan ke beberapa klub, setelah di pinjamkan ke Bolton. Tercatat kakuta dipinjamkan ke klub Dijon, Vittese, Lazio dan Rayo Vallecano.

Dan pada musim panas 2015, Chelsea akhirnya menjual Kakuta ke Sevilla. Namun penampilannya di Sevilla kurang memuaskan, ia tidak banyak mendapat kesempatan bermain. Ia hanya bermain 5 kali dan cetak 1 gol di semua kompetisi.

Setelah hanya setengah musim berbaju Sevilla, pada awal 2016 Kakuta kemudian bermain di liga China. Ia bermain sebanyak 24 kali dan cetak 2 gol di semua ajang bersama klub Hebei China Fortune.

Karir Profesional Kakuta semakin merosot setelah ia dipinjamkan ke klub Deportivo La Coruna pada musim 2016/17. Lalu pada musim 2017/18 ia dipinjamkan ke Amiens di ligue 1. Bersama Amiens performa nya lebih baik, ia mencatatkan penampilan 38 kali dan cetak 6 gol di semua kompetisi.

Setelah hanya semusim di Amiens, Kakuta hijrah ke Rayo Valecano, lagi-lagi penampilannya kembali tidak memuaskan, ia hanya main 12 kali dan mencetak 1 gol di semua kompetisi.

Nah itulah Footballovers, kisah Gael Kakuta tersebut menjadi indikasi bahwa tak selamanya pemain yang gemilang di usia muda bisa bersinar di level senior.

Bagi Kakuta, Karena tak pernah mendapatkan kesempatan bermain di timnas senior prancis, Ia akhirnya memilih untuk membela tim nasional kongo sejak tahun 2017. Kini ia sudah mengantongi empat penampilan bersama timnas Kongo dan cetak 1 gol.

Itulah Kisah Gael Kakuta, Cahaya paling terang namun akhirnya sinarnya meredup.

Khairul Anwar

Khairul Anwar

Next Post
Headline News (15/09/17): Griezmann Resmi Kenakan No 17, Hazard Pakai No 23, Mihajlovic Terkena Penyakit Leukemia, Senegal Bertemu Algeria Di Final

Headline News (15/09/17): Griezmann Resmi Kenakan No 17, Hazard Pakai No 23, Mihajlovic Terkena Penyakit Leukemia, Senegal Bertemu Algeria Di Final

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with us

  • 134 Followers
  • 61.3k Followers
  • 200k Subscribers
  • 23.8k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

The Biography of Robert Lewandowski

April 2, 2019
Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

August 1, 2019

The Life Story of N’Golo Kante

February 28, 2019

Why Football Players Shave their Leg-hairs

April 25, 2019

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

0

What is good from Frenkie de Jong?

0

A Life Story of Paulo Dybala

0

Who is actually Ole Gunnar Solskjaer?

0

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

Recommended

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Read more

Categories

  • Basketball
  • BERITA BOLA
  • BIOGRAFI
  • Boxing
  • CERITA
  • Cycling
  • Football
  • Football Stories
  • Formula 1
  • Golf
  • Moto GP
  • Story
  • Tennis
  • Uncategorized

Tags

acmilan Ajax argentina Barcelona biography brazil Champions League chelsea filippoinzaghi footballstar Football Stories Football Story intermilan italy juventus liga champions lionelmessi liverpool luissuarez manchester city manchester united manchesterunited mariobalotelli messi MMA MotoGP 2017 mourinho MU neymar pemain terbaik premierleague premier league realmadrid real madrid ronaldinho ronaldo rumor transfer Super Bowl The Presidents Cup UFC US Sports Valentino Rossi worldcup Zlatan Ibrahimovic zlatanibrahimovic

Recent News

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Story
  • Football Stories

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In