Persahabatan menjadi hal yang tak terpisahkan di dunia sepak bola. Tidak hanya terjadi antar pemain seperti yang dilakukan Park Ji Sung dengan Patrice Evra atau Lionel Messi dengan Sergio Aguero. Namun sebuah persahabatan juga terjalin antar sesama juru taktik.
Ya. Meskipun kerap kali bersaing, tapi dua orang yang selalu berada di pinggir lapangan juga jalin hubungan yang baik. Kedua pria yang pernah sukses sebagai pelatih, Sir Alex Ferguson dan Marcelo Lippi adalah contohnya, mereka berdua punya hubungan yang sangat erat.
Pada dekade 1990-an, kedua pelatih ini sering bertemu tiap kali melakoni laga antar klub eropa. Ferguson bersama Manchester United dan Lippi menukangi Juventus.
Fergie merupakan pelatih yang sangat lama menukangi Setan merah yakni sejak tahun 1986 hingga 2013, sementara Marcelo Lippi menangani Juventus dalam dua periode yakni 1994 hingga 1999 dan 2001 hingga 2014.
Pada musim 1996/97 hingga 1998/1999. Baik MU dan Juve pernah bertemu sebanyak enam kali. Pada periode tersebut, Juventus meraih tiga kali kemenangan sementara dua kemenangan menjadi miliki Manchester United.
Kedua kesebelasan yang saat itu merupakan tim terbaik di negaranya masing-masing kemudian bertemu lagi pada musim 2002/03 dengan Manchester United memenangi dua pertemuan kandang-tandang.
Saking seringnya kedua klub bertemu saat itu, hubungan Marcelo Lippi dengan Sir Alex Ferguson menjadi sangat dekat. Bahkan mereka kerap bertukar hadiah setiap bertemu mulai dari cokelat hingga Wine yang menjadi hobi lain Ferguson selain sepakbola dan berkuda. Tidak jarang keduanya sering bertaruh hanya untuk sekotak Wine.
“Dia (Ferguson) seperti saudara bagi saya. Kami bertukar banyak sekali hadiah. Saya membawakan dia gianduiotti (cokelat) dari Turin untuk cucunya. Namun dia yang justru memakannya,” tutur Lippi sembari tertawa (Dikutip dari Daily Mail)
“Kami juga sering minum wine bersama karena kami sama-sama menyukainya. Yang paling enak tentu saja berasal dari tempat saya, Tuscany. Alex juga sering mengirim saya Matrioskas, wine terbaik Rusia, ada juga Wiski Maccallan. Suatu hari, saya menghubunginya dan bertanya kapan lagi dia mengirimi saya wine,” sambung Lippi. (Dikutip dari Express)
Kedua pria yang termasuk pelatih terhebat di dunia ini memang saling mengagumi satu sama lain. Pada 2017 lalu, Lippi bercerita kalau Sir Alex Ferguson ingin membuat Man United tampil seperti Juventus di era Lippi. Hal itu diiyakan oleh Fergie sendiri.
Pelatih asal Skotlandia ini pernah meminta para pemainya untuk mencontoh Si Nyonya Tua yang selalu bermain penuh dengan hasrat akan kemenangan. “Jangan lihat teknik atau taktik mereka. Tetapi lihat bagaimana hasrat mereka (Juventus) untuk meraih kemenangan.” (Dikutip dari Dailymail)
Bahkan Ferguson pernah mengaku ingin sekali menjadi sosok seperti Lippi yang ia nilai sebagai pribadi yang tenang. Ucapan yang cukup menarik mengingat usia Lippi jauh lebih muda tujuh tahun dibanding dirinya.
“Marcelo Lippi adalah seorang pria yang luar biasa. Melihat tatapannya, Anda tahu kalau dia adalah seorang profesional yang memegang kendali penuh terhadap tim dan dirinya sendiri. Anda bisa melihat ada nyala api di matanya. Ada keseriusan dan kejeniusan di sana. Tidak ada pelatih yang berani meremehkan seorang Marcelo Lippi.” ujar Ferguson.
“Saya ingat ketika sedang berada di Turin, dan melihat Signor Lippi sedang duduk di bangku cadangan. Dia mengenakan mantel kulit dan mengisap cerutu kecil dengan begitu tenang. Sedangkan saya terlihat seperti seorang buruh yang megap-megap karena kehujanan,” Tutur Ferguson (Dikutip dari Independent).
Marcelo Lippi sendiri sebenarnya punya kesempatan untuk berjumpa lebih sering dengan Sir Alex Ferguson. Hal ini dikarenakan ia pernah mendapat tawaran dari klub Liga Primer, Tottenham Hotspur. Namun, ketika itu, tawaran yang diajukan oleh Spurs tidak diterima Oleh Lippi.
Alasannya saat itu, Selain bahasa yang menjadi kendala, Lippi juga enggan meninggalkan Juventus. Baginya, Juventus itu klub yang sangat unik dan dia tidak ingin bisa lepas dari klub Turin tersebut.
Baik Sir Alex Ferguson dan Marcelo Lippi sama-sama telah menuai kesuksesan. Bedanya Ferguson belum pernah berprestasi bersama tim nasional.
Selama 39 tahun menjadi pelatih, Ferguson telah meraih banyak trofi. Saat masih menjadi juru taktik Aberdeen, Fergie telah persembahkan di antaranya 3 gelar liga Skotlandia dan empat trofi piala skotlandia.
Sementara dalam 27 tahun karirnya menukangi Manchester United, Ferguson telah membantu klub yang bermarkas di Old Trafford merengkuh total 38 trofi dengan diantaranya adalah 13 gelar liga primer.
Sedangkan, Marcelo Lippi pernah raih kejayaan bersama Juventus. Dengan mempersembahkan lima Scudetto dan satu buah Liga Champions serta beberapa trofi lainnya. Pelatih yang mengantarkan Italia juara dunia 2006 itu juga sukses kala menjadi juru taktik Guangzhou Evergrande.
Berbeda dengan Sir Alex Ferguson yang telah pensiun sebagai pelatih, Marcelo Lippi masih menikmati sisa-sisa hidupnya di dunia sepak bola. Saat ini pelatih berusia 71 tahun tersebut menukangi timnas China.






