Dunia sepak bola dihebohkan dengan kembalinya pemain muda Manchester United bernama Max Taylor. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu berada dalam skuad utama United untuk pertandingan Liga Eropa di Astana, setelah berjuang menjalani perawatan kanker dalam satu tahun terakhir.
Ini merupakan pertama kalinya pesepakbola kelahiran 10 Januari 2000 itu dipanggil untuk membela tim utama Manchester United. Kisah inspiratifnya, tentu bisa memberikan semangat kepada penderita kanker lainnya, yang saat ini sedang melawan sel kanker jahat, di dalam tubuh.
Sekitar Februari 2019 lalu, Max Taylor mengidap penyakit yang tergolong berbahaya. Baru genap setahun mendapat kontrak profesional, dirinya harus beristirahat panjang.
Taylor yang merupakan pemain Manchester United U-23, saat itu tengah berjuang melawan kanker testis.
Taylor sejatinya sudah bergabung dengan Setan Merah sejak 2014. Ia menandatangani kontrak profesional bersama klub asal Manchester itu pada Februari 2018. Namun penyakitnya saat itu memaksa Taylor untuk beristirahat.
Taylor yang mengidap penyakit kanker harus menjalani kemoterapi yang membuatnya kehilangan rambut. Taylor menjalani tahap pemulihan di Christie and HCA Healthcare. Kesehatannya dipantau langsung oleh departemen medis Manchester United dan juga MacMillan Cancer Support, organisasi amal yang membantu biaya pengobatannya.
“Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang di klub yang telah membantuku. Begitu juga para perawat di layanan Christie dan HCA. Tidak lupa aku ucapkan terima kasih untuk Melissa dari MacMillan Cancer Support. Semuanya membantuku dengan luar biasa,”
“Aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata terkait apa yang aku dapat. Keluargaku, ibu, ayah tiri, Matthew, kakakku George, Meir, dan pacar ku Lydia, serta semua anggota keluarga lainnya. Dukungan dari mereka tidak ternilai,” kata Taylor (dikutip dari manutd.com)
Sebagai informasi tambahan, kanker yang dialami oleh Max Taylor muncul di dalam testisnya, yang terletak pada skrotum atau kantong kulit longgar di bawah penis, dan menghasilkan hormon seks pria serta sperma. Dibandingkan jenis kanker yang lain, kanker testis sangatlah umum pada pria. Bahkan, remaja laki-laki berusia 15 tahun saja bisa mengidapnya.
Kabar baiknya adalah, kanker testis dapat disembuhkan, bahkan ketika kanker sudah menyebar luas di luar testis. Akan tetapi, jenis perawatannya tentu akan berbeda, tergantung dari jenis dan stadiumnya.
Kembali ke Max Taylor, tepat pada Oktober 2019, ia mendapat kabar bahagia. Seperti diketahui, pemain yang kini berusia 19 tahun itu berhasil comeback.
Comeback Max Taylor ditandai dengan kemenangan Manchester United U-23 atas Swansea City U-23 dengan skor telak 4-1. Max Taylor turut merumput bersama skuat MU U-23 pada kompetisi Divisi Dua Premier League.
Melalui laman instagram resminya, Taylor mengunggah momen bahagianya saat melakukan comeback bersama MU U-23.
Taylor sendiri merupakan anak didik kesayangan pelatih akademi MU, Nicky Butt. Di tim U-18, ia meraih Premier League North Trophy dan beberapa kali bermain pada ajang UEFA Youth League.
Taylor mengaku sebagai pendukung Manchester United. Ia memiliki impian menjadi bintang di Old Trafford. Dan melalui Nicky Butt, Taylor tahu apa yang harus ia tingkatkan untuk menjadi seorang pemenang.
Mendapat kontrak profesional di usia 17 tahun pun dianggap sebagai kado paling istimewa dalam hidupnya.
Sebagai bek, Taylor sangat diuntungkan dengan postur tubuh yang tinggi. Ia dianggap punya tubuh ideal sebagai seorang defender, dan kehadirannya di lapangan diharapkan mampu merubah permainan.
Pada pertandingan Europa League sendiri, manajer Ole Gunnar Solskjaer memang membawa pemain-pemain muda seperti Taylor, Angel Gomes, Mason Greenwood, dan Tahith Chong. Menukil laporan BBC, total 10 punggawa MU yang dibawa ke Kazakhstan belum pernah tampil di tim utama.







