Footballovers, Real Madrid menjadi salah satu klub yang jorjoran pada bursa transfer musim panas 2019. Bahkan Madrid menjadi klub paling boros. Sejauh ini, manajemen Los Blancos telah merogoh kocek hingga 303 juta euro atau sekitar Rp 4,7 triliun untuk memboyong lima pemain. Salah satu pemain yang didatangkan ke Santiago Bernabeu adalah Luca Jovic.
Luca Jovic memang menjadi fenomena pada musim 2018/19, hal itu menyusul performa briliannya bersama Eintrach Frankfurt di ajang Bundesliga dan Europa League. El Real pun harus menggelontorkan dana hingga 60 juta euro atau sekitar Rp 962 miliar demi menebus Jovic dari Eintrach Frankfurt. Bersama Madrid, Luca Jovic dikontrak dengan durasi enam tahun.
Real Madrid memang membutuhkan striker muda yang bisa menjadi partner Karim Benzema, sekaligus suksesornya. Dan mereka pun telah mendapatkan Luca Jovic. Kehadirannya pun diharapkan bakal menambah daya gedor Real Madrid.
Namun baru-baru ini, klub pemegang trofi liga champions terbanyak itu dikabarkan siap meminjamkan Luka Jovic ke klub lain dalam waktu dekat ini. Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, juga dilaporkan tak akan memasukkan Luca Jovic ke skuat utamanya.
Hal itu diakibatkan penampilan Luka Jovic dalam beberapa laga uji coba, Jovic dinilai tidak mampu tampil memikat pada sesi pra musim bersama Real Madrid. Performa penyerang 21 tahun itu dinilai tidak sesuai dengan harga 60 juta euro yang dibayarkan El Real ke Eintracht Frankfurt.
Bersama Madrid, Jovic melakukan debut saat menghadapi Bayern Munchen, ia kemudian secara berturut-turut main sejak menit awal dalam dua laga ICC melawan Arsenal dan Atletico madrid.
Pada laga pertama melawan Bayern Munchen, Luca Jovic baru diturunkan pelatih Zinedine Zidane pada awal babak kedua. Masuk menggantikan Karim Benzema, ia seperti hilang ditelan bumi. Menyentuh bola pun hanya sesekali.
Pada laga-laga selanjutnya, Jovic belum mampu menemukan permainan terbaiknya, Jangankan mencetak gol, melepaskan tembakan atau sekadar menguasai bola saja jarang. Terakhir, malah cedera yang didapatkan, hal itu terjadi saat melawan Atletico.
Langkah yang dilakukan Real Madrid untuk meminjamkan Jovic ke klub lain tersebut diambil agar sang pemain dapat bermain reguler sekaligus mengembangkan kemampuannya.
Namun, Luca Jovic juga dikabarkan tidak berniat meninggalkan Santiago Bernabeu begitu cepat. Ia ingin membuktikan lagi kemampuannya saat kompetisi La Liga Spanyol mulai bergulir.
Sementara, jika bertahan di Real Madrid, Luka Jovic diprediksi akan kesulitan bersaing dengan Karim Benzema. Benzema memang tengah on fire sepanjang laga pemanasan. Sesama orang Prancis, Zinedine Zidane kemungkinan besar bakal menggunakan tenaga Benzema untuk mencetak banyak gol.
Tetapi meminjamkan Jovic sejatinya bukan jalan yang terbaik bagi klub asal Ibu Kota Spanyol tersebut. Pasalnya, Madrid tidak memiliki banyak pilihan di posisi striker tengah murni.
Sekalipun ada Mariano Diaz, melepaskan Jovic ke klub lain tidak boleh dilakukan El Real. Mengingat, Diaz juga tidak tampil gemilang sepanjang musim 2018/19.
Jalan keluar lain, Madrid bisa memaksakan Gareth Bale, Vinicius Junior dan Rodrygo Goes untuk menjadi penyerang tengah. Bahkan, Eden Hazard pernah menjalani peran sebagai penyerang di Chelsea. Real Madrid juga bakal punya satu opsi lain jika sukses membeli Neymar dari PSG.
Jika kemungkinan akan dipinjamkan, Luca Jovic disebut-sebut akan menuju Serie A Italia, dengan Inter Milan atau AS Roma menjadi destinasi berikutnya. Nah menurut kamu footballovers, apakah keputusan Madrid yang akan meminjamkan Luca Jovic sangat tepat ? atau justru kesalahan fatal. ?







