• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, June 13, 2024
  • Login
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
No Result
View All Result
Home CERITA

Mengenang Wesley Sneijder, Gelandang Terbaik Belanda Era Milenium Baru

Khairul Anwar by Khairul Anwar
August 13, 2019
in CERITA
0 0
0
Mengenang Wesley Sneijder, Gelandang Terbaik Belanda Era Milenium Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Mantan pemain Inter Milan dan Timnas Belanda, Wesley Sneijder, telah mengumumkan pensiun sebagai pemain sepak bola profesional. Keputusan tersebut ia ambil seusai kontraknya habis bersama klub Liga Qatar, Al-Gharafa.

Dilansir Goal, setelah pensiun, Sneijder memutuskan bergabung ke jajaran manajemen kota kelahirannya, FC Utrecht. “Cinta saya untuk kota Utrecht sangat luar biasa,” kata Sneijder,

“Kami sering berbicara tentang kemungkinan saya datang ke sini, dan sekarang kami telah menandatangani kertas itu. Saya sedang menantikan musim yang hebat,” ucapnya.

Wesley Sneijder bisa dikatakan sebagai salah satu pemain Belanda terbaik di era milenium baru. Bersama tim nasional Belanda, Sneijder telah memutuskan pensiun dari pentas Internasional pada tahun 2018 yang lalu. Ia telah mencatatkan total 134 penampilan bersama Der Oranje dan mencetak 31 gol.

Pasca pensiun dari timnas, sebuah pertandingan perpisahan menghadapi Peru digelar untuk menghormati pemain dengan penampilan terbanyak bersama Belanda ini. Perpisahan unik pun dilakukan. Sneijder duduk bersama keluarganya di kursi sofa tepat setelah pertandingan usai di tengah lapangan, sembari menyaksikan cuplikan terbaik dari kariernya selama ini.

Perpisahan yang secara simbolik menunjukkan bahwa Sneijder memang merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Belanda.

Pemain bernama lengkap Wesley Benjamin Sneijder ini lahir tanggal 9 Juni 1984 di Utrecht, tidak jauh dari Amsterdam sebelah selatan. Berasal dari kampung halaman Total Football, sekolah yang didirikan oleh Rinus Michels dan Johan Cruyff atas dasar talenta, kreativitas, dan disiplin.

Yang kemudian berlanjut hingga tahun 1980-an bersama Marco van Basten, tidaklah mengejutkan jika kemudian Sneijder menjadi salah satu seniman dalam permainan ini, dan salah satu yang paling sukses, tidak ada yang tampil lebih banyak membela Belanda daripada Sneijder, yang paling mendekati hanyalah Edwin Van Der Sar dengan 130 Caps.

Ketika Johann Cruyff memelopori Total Football pada tahun 1970-an, Wesley Sneijder memimpin tim Belanda antara 2008-2010 yang nyaris menguasai dunia.

Sneijder mengawali karirnya bersama akademi Ajax di tahun 1991, setelah cukup lama menimba ilmu disana, pada tahun 2002 Sneijder dipromosikan ke tim utama Ajax. Bersama Ajax, Sneijder sudah mencuri perhatian di musim keduanya pada 2003/04.

Sneijder saat itu bermain bersama dengan John Heitinga, Zlatan Ibrahimovic, dan Rafael Van der Vaart, yang membawa Ajax meraih gelar juara Eredivise. Permainannya di lini tengah bersama Rafael van der Vaart menjadi kunci suburnya Zlatan Ibrahimovic saat itu.

Penampilan apiknya di usia muda membuatnya dipercaya untuk membela tim nasional junior Belanda, ia memulai perjalanan dengan memperkuat Belanda u-17 hingga naik ke level u-19 kemudian ke tim u-21. Debutnya untuk tim utama terjadi pada april 2003 saat bertemu Portugal.

Setelah lima musim membela panji kebesaran Ajax dengan mencetak 51 gol dari 180 penampilan, Sneijder melanjutkan karirnya dengan bermain untuk Real Madrid pada tahun 2007. Ia direkrut los blancos dengan biaya transfer senilai 27 juta euro atau sekitar Rp 430 Miliar. Perlu diketahui bahwa saat itu Sneijder juga diincar oleh MU, Inter Milan dan Valencia.

Musim pertamanya di santiago bernabeu dilalui dengan cukup apik. Sneijder mampu membawa Madrid menjadi kampiun La Liga. Dirinya juga mencetak 9 goL. Namun musim keduanya bersama El Real dilalui dengan banyak mengalami cedera. Sehingga di musim itu ia hanya tampil secara keseluruhan 28 kali dan cetak 2 gol.

Pada musim panas 2009 Sneijder berlabuh ke Inter Milan dengan biaya 15 juta euro atau sekitar Rp 240 miliar. Dan di klub inilah ia menorehkan tinta emasnya di kancah eropa. Bersama Inter Milan, Sneijder didaulat memegang peran pemain No. 10, yang merupakan posisi alamiah Sneijder.

Inter Milan pun di luar dugaan meraih treble winner dengan salah satunya menjadi juara liga champions dan Inter menjadi klub pertama dan satu-satunya dari Italia yang sampai saat ini mampu meraih tiga gelar. Tentu saja peran ini tidak lepas dari performa apik Sneijder.

Peran Sneijder di liga champions sangat krusial, ia menjadi penyedia assist utama di Liga Champions musim itu. Penampilan apiknya ia tunjukan dalam laga penting melawan Barcelona di semifinal leg pertama, yang mana ia juga turut membuat gol. Di musim itu, Sneijder mampu mencetak 8 gol dari 41 pertandingan di semua kompetisi.

Sneijder menampilkan permainan apiknya ke pentas Internasional, pada gelaran Piala Dunia 2010, ia membawa Belanda ke babak final. Dalam turnamen yang digelar di benua Afrika itu ia mengemas 5 gol, salah satu golnya ia cetak ke gawang Brasil di perempat final. Dan di akhir turnamen dirinya memenangkan Bola Perak sebagai pemain terbaik kedua.

Sebelum tampil gemilang di Afrika Selatan, dua tahun sebelumnya Sneijder juga menjadi andalan dan tampil mengesankan bersama timnas Belanda di ajang Piala Eropa 2008. Sneijder masuk dalam tim terbaik turnamen.

Bersama Inter Milan, Sneijder mengakhiri karir pada akhir tahun 2012, ia telah membantu Inter meraih enam trofi bergengsi. Selama berbaju hitam-biru Sneijder telah mencatatkan 22 gol dari 116 penampilan.

Pada tahun 2012 Sneijder sempat diangkat jadi kapten timnas sebelum digantikan oleh Robin Van Persie. Ia lalu tampil di piala dunia 2014 dan performanya juga cukup baik dengan membawa De Oranje finis di posisi ketiga. Dalam laga grup melawan Spanyol, Sneijder membuat penampilan internasionalnya yang ke - 100.

Sneijder meninggalkan Inter Milan secara resmi pada 20 Januari 2013, lalu menandatangani kontrak dengan klub Turki Galatasaray. Setelah tidak bermain untuk Inter, karir Sneijder mulai redup, Meskipun berprestasi bersama Galatasaray, ia dianggap sudah kehilangan permainan terbaiknya. Bersama Galatasaray sneijder membukukan 46 gol dalam 175 pertandingan di semua ajang.

Setelah meninggalkan Turki, Sneijder sempat memperkuat Nice, tetapi setelah hanya lima pertandingan di ligue 1, ia bergabung dengan Al-Gharafa dan memenangkan satu Piala QSL selama waktunya di sana.

Sepanjang karirnya, Sneijder telah membukukan 186 gol dalam 174 pertandingan. Sebuah pencapaian yang fantastis untuk seorang gelandang serang. Hingga kini, Sneijder tetaplah salah satu playmaker terbaik yang pernah ada dengan berbekal segudang prestasi dan pencapaiannya.

Andai tidak sering berkutat dengan cedera, bisa jadi Sneijder akan disejajarkan dengan pemain legendaris Belanda, Johan Cruyff.

Khairul Anwar

Khairul Anwar

Next Post
Kalimat Sakti Zinedine Zidane Dibalik Karier Cemerlang Ronaldo

Kalimat Sakti Zinedine Zidane Dibalik Karier Cemerlang Ronaldo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with us

  • 135 Followers
  • 61.3k Followers
  • 200k Subscribers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

The Biography of Robert Lewandowski

April 2, 2019
Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

August 1, 2019

The Life Story of N’Golo Kante

February 28, 2019

Why Football Players Shave their Leg-hairs

April 25, 2019

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

0

What is good from Frenkie de Jong?

0

A Life Story of Paulo Dybala

0

Who is actually Ole Gunnar Solskjaer?

0

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

Recommended

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Read more

Categories

  • Basketball
  • BERITA BOLA
  • BIOGRAFI
  • Boxing
  • CERITA
  • Cycling
  • Football
  • Football Stories
  • Formula 1
  • Golf
  • Moto GP
  • Story
  • Tennis
  • Uncategorized

Tags

acmilan Ajax argentina Barcelona biography brazil Champions League chelsea filippoinzaghi footballstar Football Stories Football Story intermilan italy juventus liga champions lionelmessi liverpool luissuarez manchester city manchester united manchesterunited mariobalotelli messi MMA MotoGP 2017 mourinho MU neymar pemain terbaik premierleague premier league realmadrid real madrid ronaldinho ronaldo rumor transfer Super Bowl The Presidents Cup UFC US Sports Valentino Rossi worldcup Zlatan Ibrahimovic zlatanibrahimovic

Recent News

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Story
  • Football Stories

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In