Liga Champions Eropa menjadi salah satu kompetisi terbaik yang layak untuk ditonton. Diikuti oleh beberapa klub besar Eropa membuat kompetisi ini kerap menciptakan laga-laga spektakuler. Khususnya musim ini, ada beberapa laga yang membuat banyak orang takjub.
Dihiasi oleh drama-drama khas sepak bola, pertandingan terbaik Liga Champions musim ini juga sarat akan hiburan berkualitas.
Selain tertinggal dua gol di kandang, MU juga harus terbang ke Paris tanpa nama-nama seperti Paul Pogba, Nemanja Matic, Ander Herrera, Anthony Martial, Phil Jones, Jesse Lingard, Matteo Darmian, Juan Mata, Alexis Sanchez dan Antonio Valencia.
Namun melalui aksi gemilang Romelu Lukaku, Manchester United membuka asa. Mereka tampil dahsyat hingga mengakhiri pertandingan dengan skor 1-3.
Kemudian ada Cristiano Ronaldo yang sukses membungkam mulut besar Diego Simeone. Ketika itu, Juventus harus mengejar defisit dua gol saat menjamu Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar.
Meski bermain di kandang, Juventus diprediksi sulit membalikkan keadaan. Pasalnya, tim tamu memiliki pertahanan yang kokoh. Namun berbekal keyakinan penuh, Juventus mampu melakukannya berkat kegemilangan Cristiano Ronaldo. Bintang yang diboyong dari Real Madrid itu mencetak hattrick untuk membawa Bianconeri menang 3-0 atas Atletico.
Hasil itu pun berhasil mengantarkan Juventus ke perempat final berkat unggul agregat 3-2 atas Atletico.
Melanjutkan perjalanan Juventus, mereka harus menelan pil pahit setelah menumpas perlawanan Atletico. Tepat setelah laga itu, Juve harus berhadapan dengan Ajax Amsterdam.
Ajax mampu memberi kejutan saat bertanding melawan Juventus. Setelah bermain imbang di leg pertama, Ajax memastikan kemenangan berkat dua gol yang bersarang di gawang Wojciech Szczesny.
Lolosnya Akax ke babak semifinal menjadi yang pertama setelah 22 tahun berlalu.
Perlu diingat bahwa Ajax sebelumnya juga sempat memberi kejutan setelah menumbangkan perlawanan sang juara bertahan, Real Madrid.
Ajax Amsterdam gagal memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah saat menjamu Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Wakil Belanda itu menyerah 1-2 di kandang.
Peluang Ajax untuk lolos ke perempat final pun sangat tipis bahkan tidak ada. Sebab, pasukan Eric ten Hag akan menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu, tempat yang sulit ditaklukan.
Tapi, Ajax justru mampu melakukannya. Skuat yang bermaterikan pemain muda ini mempermalukan Real Madrid 4-1 di depan puluhan ribu fansnya. Dengan begitu, Ajax pun lolos ke perempat final dengan agregat 5-3.
Laga yang tak kalah mengejutkan lagi adalah ketika Tottenham Hotspurs mampu menghentikan langkah Manchester City. Melalui drama gol Fernando Llorente dan dianulirnya lesatan Raheem Sterling, Spurs membuat sejarah dengan lolos ke babak semifinal Liga Champions.
Kemudian yang masih segar dalam ingatan adalah ketika FC Barcelona harus tertunduk lesu karena tak berkutik saat melawat ke kandang Liverpool.
Sejumlah pihak sempat mencoret Liverpool dari peluang lolos ke final Liga Champions. Sebab, The Reds kalah 0-3 dari Barcelona pada leg pertama semifinal di Camp Nou.
Tetapi, Liverpool bisa membalikkan keadaan. Dua gol dari Divock Origi dan Georginio Wijnaldum membawa Liverpool menang 4-0. Hasil itu mengantarkan Liverpool lolos ke final dengan unggul agregat 4-3 atas Barcelona.
Yang terbaru tentu lolosnya Tottenham Hotspurs ke partai puncak setelah mereka benar-benar mempermalukan penggemar Ajax Amsterdam di kandang sendiri.
Berbekal kekalahan 0-1 di kandang, Spurs tak patah arang. Meski sempat tertinggal dua gol di babak pertama, semangat anak asuh Mauricio Pochettino terus berkobar.
Lewat aksi brilian Lucas Moura, mereka pun sukses mencatat sejarah dengan lolos ke babak final Liga Champions Eropa untuk pertama kali.
Hasil itu benar-benar menjadi sebuah drama karena secara tidak langsung Spurs telah menghancurkan mimpi anak-anak muda milik Ajax Amsterdam.
Dongeng para remaja itu harus buyar dengan kebengisan para pemain Spurs.
Kali ini, tinggal menunggu siapa yang layak duduk di tangga teratas sepak bola Eropa, Tottenham Hotspurs atau Liverpool?






