Dalam sepak bola penggemar menjadi elemen yang sangat penting. Mereka yang bermodal setia akan selalu memberikan dukungan tak terhingga. Bahkan, apapun rela dilakukan demi kebaikan tim yang dibelanya.
Namun sejauh ini, sudah aja beberapa kasus yang melibatkan “pertempuran” pemain sepak bola dengan supporter sepakbola. Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan menyajikan deretan pemain bintang yang bentrok dengan penonton di stadion.
Memphis Depay
Memphis Depay mengklaim para pemain Olympique Lyon diludahi oleh fans mereka sendiri setelah dirinya tersinggung dengan bentangan spanduk bergambar keledai yang ditujukan kepada bek Brasil, Marcelo.
Tindakan itupun praktis membuat Memphis Depay geram bukan main. Saat itu, Marcelo diejek dengan bentangan spanduk bergambar keledai, yang bermakna bodoh, dengan bubuhan tulisan ‘Marcelo Tinggalkan Tim’. Melihat hal tersebut, Depay mengejarnya, merebut benderanya, dan keributan pun pecah di pinggir lapangan.
Kamera yang menyorot memperlihatkan beberapa pemain Lyon turut membantu melerainya. Sementara suporter yang berada di tribune berusaha turun, namun segera dihalau steward.
Craig Bellamy
Mantan striker Manchester City Craig Bellamy, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah terbukti memukul seorang penonton yang masuk ke lapangan. Insiden ini terjadi kala City kalah 3-4 dari Manchester United di Old Trafford.
Penonton nekat tersebut berhasil melewati penjagaan pihak keamanan lapangan saat pertandigan berjalan. Namun, saat diseret keluar lapangan, Bellamy melayangkan pukulan ke wajah pria tersebut.
Kubu FA sendiri mempertanyakan kinerja stewards yang meloloskan pria tersebut memasuki lapangan, setelah Michael Owen mencetak gol penentu kemenangan United.
Jamie Carragher
Bulan Januari 2002 menjadi tahun yang cukup mengesalkan bagi Jamie Carragher. Pada pertandingan melawan Arsenal pada kompetisi Piala FA, dirinya dilempar sebuah koin oleh penonton. Tak terima, Carragher melempar kembali koin tersebut.
Ternyata, hal tersebut dilandasi oleh rasa tak terima seorang fan Arsenal atas dikartu merahnya Dennis Berkamp akibat menginjak Carragher. Karena ulahnya itu, Carragher juga harus menerima kartu merah dari wasit dan menerima teguran dari komisi disiplin FA. Kabarnya, ada penonton yang terluka akibat pelemparan koin yang dilakukan Carragher.
Alan Smith
Alan Smith dikenal sebagai pemain yang agresif, bahkan ia sudah mendapatkan 8 kartu merah saat berumur 23 tahun. Pada tahun 2003, Smith, yang membela Leeds United, secara tidak sengaja menyerang suporternya sendiri ketika timnya bertanding melawan Manchester United di ajang Piala Liga.
Kejadian bermula ketika seorang suporter Leeds United melempar botol ke arah pemain Manchester United bernama Chris Eagles. Smith yang melihat insiden tersebut pun kesal dan melempar balik botol ke suporter yang melempar botol tersebut. Sialnya, lemparannya meleset dan malah mengenai suporter Leeds United lainnya.
Alan Smith pun ditahan oleh kepolisian atas aksinya tersebut. Korban pelemparan juga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan sejumlah perawatan.
Eric Cantona
Pertandingan melawan Crystal Palace memberi kenangan tersendiri bagi Cantona.
Kejadian bermula saat Cantona terkena kartu merah akibat menendang pemain Crystal Palace bernama Richard Shaw. Ketika Cantona sedang berjalan keluar dari lapangan, seorang suporter Crystal Palace bernama Matthew Simmons mengeluarkan kata-kata kasar terhadapnya. Ia menghina pemain asal Prancis itu dengan seruan tak pantas. Cantona pun marah dan mengeluarkan tendangan kungfu kearah Simmons.
Akibatnya, Cantona harus membayar denda sebesar 200 ribu euro dan dilarang bermain selama sembilan bulan.
Patrick Evra
Patrick Evra, menendang suporter Olympique Marseille saat ia melakukan pemanasan sebelum menjalani laga melawan Vitoria SC pada tahun 2017.
Diduga, supporter tersebut melancarkan sebuah cacian kepada Evra. Sempat beradu mulut, Evra pun melayangkan tendangan kearah pria usil tersebut. Akibat insiden tersebut, Evra dilarang bermain di kompetisi Eropa hingga musim panas tahun 2018 dan kontraknya bersama Olympique Marseille dihentikan.







