Banyak sekali momen-momen tak terduga dalam sepak bola. Pada saat bursa transfer pun, banyak pemain yang secara mengejutkan pindah ke klub yang sebelumnya tidak diprediksi. Namun kali ini kita tidak akan membahas tentang kepindahan mengejutkan seorang pemain, melainkan pertukaran transfer paling gila dalam sejarah sepak bola.
Penasaran siapa saja pemain tersebut? Berikut starting eleven berikan ulasannya.
Zlatan Ibrahimovic & Samuel Eto’o
Tepat pada 27 Juli 2009 silam, terjadi pertukaran nasib dua penyerang hebat dalam sejarah sepakbola. Barcelona yang memulai revolusi di bawah Pep Guardiola mendatangkan Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan. Sebagai gantinya, Blaugrana mengirim Samuel Eto’o ke Inter yang berada dalam masa keemasan.
Kesepakatan transfer tersebut begitu panas dikabarkan oleh media. Eto’o mengungkapkan rasa tidak puasnya terhadap kehidupan di Barcelona. Guardiola pun langsung membuka pintu keluar bagi penyerang Kamerun tersebut, sembari membidik Ibrahimovic yang sedang subur-suburnya di Nerazzurri.
Dalam hal ini, karier Eto’o jauh lebih cemerlang. Penyerang asal Kamerun mencatatkan 16 gol seiring Inter meraih treble winners, dimana mereka merajai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Sementara di Camp Nou, Ibra memenangkan gelar La Liga, tapi hanya mencetak sepuluh gol di semua kompetisi. Untuk Ibra, ia merasa tidak betah setelah terlibat percekcokan dengan pelatih Guardiola.
Henrikh Mkhitaryan & Alexis Sanchez
Dua rival Liga Primer Inggris, MU dan Arsenal pernah melakukan pertukaran yang cukup menyita perhatian. Pada Januari 2018, Alexis Sanchez resmi bergabung bersama Manchester United dari Arsenal dengan durasi kontrak empat setengah tahun. Sebagai kesepakatan pertukaran pemain, penggawa Setan Merah, Henrikh Mkhitaryan, merapat ke Arsenal.
Di sudut Old Trafford, pemain asal Chile menjadi yang paling tidak beruntung. Pasalnya, kemampuan Sanchez malah semakin menurun pasca bergabung dengan MU. Ia yang sebelumnya tampil begitu garang di Arsenal sama sekali tidak memberi dampak bagi klub berjuluk The Red Devils.
Sementara Henrikh Mkhitaryan, meski perjalanannya tak terlalu mulus, setidaknya ia tampil cukup apik dan menjadi salah satu bagian penting dari skuat meriam London.
Roberto Carlos & Ivan Zamorano
Inter Milan saat itu telah menyatakan ketertarikannya terhadap penyerang asal Chile yang bermain untuk Real Madrid, Ivan Zamorano. Inter melihat bahwa Zamorano merupakan pemain depan yang sangat penting bagi Los Blancos saat itu.
Inter kemudian mengajukan tawaran sebesar 1 juta pounds ditambah penyertaan bek kiri asal Brasil, Roberto Carlos, yang telah bermain bersama mereka selama satu musim terakhir.
Hingga akhirnya kesepakatan pertukaran transfer itu pun disepakati oleh Real Madrid. Kepindahan Carlos menjadikan dirinya sebagai salah satu bek sayap terbaik di dunia. Sementara satu-satunya momen yang paling bisa dikenang Zamorano bersama Inter adalah ketika dirinya menuliskan nomor punggung 1+8 di bagian belakang jersey.
Francesco Coco & Clarence Seedorf
Lagi-lagi, Inter merugi dalam transfer barter. Kala itu malah dari musuh sekota, AC Milan. Klub berjuluk I Nerazzurri sepakat menukar gelandang berpengalaman Clarence Seedorf dengan bek kiri tim nasional Italia Francesco Coco. Coco sendiri baru pulang dari masa peminjaman dan tampil apik di Barcelona, sehingga Inter tertarik untuk melakukan barter pemain.
Namun, Coco yang rawan cedera ternyata tak terlalu berdampak baik bagi klub, dan bertahan lima musim, di mana dua musim di antaranya sempat dipinjamkan, hingga pensiun di usia 30 tahun.
Sementara Milan terbilang sangat beruntung mendapatkan Seedorf. Pemain asal Belanda menjadi legenda setelah bermain selama 10 musim. Dia pun turut mempersembahkan 10 piala, termasuk dua trofi Serie A dan Liga Champions Eropa.
Ashley Cole & William Gallas
Salah satu kesepakatan paling gila berikutnya adalah Ashley Cole dan William Gallas. Dua pemain dari masing-masing klub pada saat itu memang sudah sama-sama tidak betah untuk menetap dan mengancam ingin hengkang.
Chelsea dan Cole kemudian melakukan pertemuan ilegal untuk membicarakan rencana transfer. Atas pertemuan tersebut kedua belah pihak pun diberikan denda. Hingga akhirnya kesepakatan pertukaran disetujui dengan Chelsea harus menyertakan bayaran sebesar 5 juta pounds ditambah William Gallas pada 2006 lalu.
Usai kepindahan Cole ke Chelsea, para penggemar Arsenal pun meluapkan kemarahannya kepada pemain kelahiran Inggris tersebut. Berada di Chelsea, Cole berhasil sumbangkan trofi Liga Champions Eropa. Sementara Gallas, salah satu momen yang paling bisa dikenang bersama Arsenal adalah ketika dirinya mewarisi nomor punggung 10 yang sebelumnya pernah digunakan Dennis Bergkamp.
Diego Simeone & Christian Vieri
Barter pemain kembali melibatkan Inter. Tapi, kali ini mereka melakukan pertukaran dengan Lazio. Klub yang juga dijuluki La Beneamata itu merelakan gelandang andalan mereka demi mendapat striker yang sudah lama diidamkan. Pada 1999, Inter melepas Diego Simeone dan menerima Christian Vieri dari Lazio. Namun, mereka tetap harus merogoh kocek 49 juta euro yang jadi rekor termahal ketika itu.
Meskipun begitu, keputusan Inter ternyata memang tepat. Vieri menjadi ujung tombak Inter selama beberapa musim. Sementara Simeone langsung menyabet treble domestik bersama Lazio pada musim perdananya.
Fabio Cannavaro & Fabian Carini
Fabio Cannavaro dan Fabian Carini mungkin menjadi pertukaran yang tidak masuk akal. Pasalnya, Inter merasa terjebak dengan akal bulus Juventus lewat kepiawaian Luciano Moggi. Pada 2004 Inter terkecoh dan harus kehilangan bek kelas dunia ke tangan Juve. Sementara mereka, mendapat Fabian Carini yang hanya dijadikan sebagai kiper ketiga.
Setelah lepas dari Inter, Cannavaro sukses menyabet dua gelar scudetto secara beruntun, meski pada akhirnya gelar tersebut ditarik dan diberikan kepada Inter Milan, menyusul kasus calciopoli. Namun begitu, ia mendapat ganti yang lebih menakjubkan, yaitu satu trofi Piala Dunia di tahun 2006 bersama timnas Italia.







