• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, June 14, 2024
  • Login
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
No Result
View All Result
Home CERITA

Piala Dunia 1998: Ketika Tarian Dennis Bergkamp Mengoyak Jala Argentina

Garin Nanda by Garin Nanda
December 14, 2019
in CERITA
0 0
0
Piala Dunia 1998: Ketika Tarian Dennis Bergkamp Mengoyak Jala Argentina
Share on FacebookShare on Twitter

Dennis Bergkamp akan selalu dikenang sebagai seorang seniman sejati. Sayatan kakinya yang mampu mengiris pertahanan lawan seolah menguatkan anggapan bahwa Bergkamp merupakan salah satu penyerang terbaik yang pernah ada.

Sepanjang kariernya sebagai seorang filsuf lapangan hijau, Bergkamp telah menelurkan sejumlah karya tak ternilai. Di Arsenal, ia menjadi seniman sejati yang karyanya tak akan pernah dilupakan penggemar gudang peluru.

Bergkamp pernah mencetak gol sensasional ke gawang Leicester City ketika ia berseragam Arsenal, yakni pada 27 Agustus 1997. Ia bahkan mampu mencetak hattrick di pertandingan yang berakhir imbang 3-3 itu.

Gol pertama dilakukan dengan sepakan jarak jauh, dari depan kotak penalti, dan bola menjurus ke pojok gawang. Gol kedua terlebih dahulu dengan melewati penjagaan seorang bek, Matt Elliott, dan kemudian mengecoh kiper Kasey Keller.

Sementara gol ketiga adalah yang ikonik karena setelah menerima umpan panjang dengan kaki kanan, berpindah kontrol dengan kaki kiri, kemudian bergerak satu langkah dan melepaskan sontekan ke pojok gawang.

Di timnas Belanda, Bergkamp juga tak mau kalah dalam keluarkan magisnya.

Tepat pada 4 Juli 1998, bertepatan dengan hari ulang tahun Amerika Serikat dan entah berapa juta manusia di Bumi, ribuan pasang mata takjub dengan gol yang dicetak Bergkamp ke gawang Argentina.

Bergkamp menciptakan gol terindah yang pada akhirnya menjadi yang terbaik sepanjang kariernya.

Di pertandingan babak perempat-final yang berlangsung di Stade Vélodrome, Marseille itu, Belanda unggul lebih dahulu pada menit ke-12 lewat aksi Patrick Kluivert dengan finishing instingtif yang tipikal dari dalam kotak penalti. Lima menit berselang, Argentina mampu menyamakan kedudukan setelah Claudio Lopez mampu menaklukkan Edwin van der Sar.

Belanda terpaksa harus bermain dengan sepuluh orang setelah Arthur Numan mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah pada menit ke-76. Ketika itu Bergkamp belum bermain bagus. Padahal, di putaran sebelumnya, di babak 16 besar, saat tim menang 2-1 atas Yugoslavia, ia bermain apik sekaligus ikut mencetak gol.

Pada laga itu, Argentina nampak akan keluar sebagai pemenang. Di menit ke 87, Ariel Ortega masuk ke dalam kotak penalti Belanda dan sempat bersentuhan dengan Jaap Stam sebelum terjatuh. Akan tetapi wasit tidak menunjuk titik putih sehingga tidak ada penalti.

van Der Sar yang mengklaim bahwa itu diving langsung menghampiri wasit untuk memprotes. Ortega tak terima, ia melompat dan mengarahkan dahinya ke dagu sang kiper, yang sampai terjatuh. Tindakan ini membuat Ortega harus mendapat kartu merah.

Hingga insiden itu terjadi dan pertandingan memasuki menit ke-89, belum ada lagi gol yang tercipta. Kedudukan masih imbang, 1-1, dan kedua tim harus bermain dengan sepuluh pemain.

Kedua supporter dua negara yang terus bising pun percaya kalau kedua tim tampil sama kuat. Mereka tidak akan merasa heran bila pertandingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan.

Namun Dennis Bergkamp mematahkan anggapan itu lewat gol indah yang dicetaknya pada menit ke-90, sama seperti saat mencetak gol indah ke gawang Leicester.

Prosesnya pun nyaris serupa. Di kotak penalti Argentina, Bergkamp menerima umpan panjang yang dilepaskan Frank de Boer dari tengah lapangan. Jaraknya cukup jauh, lebih dari 50 meter bila dihitung-hitung.

Ketika Roberto Ayala datang menghampiri untuk merebut bola yang dikontrol Bergkamp, dengan satu sentuhan pemain berjuluk Non-flying Dutchman itu langsung memindahkan bola ke arah kiri seraya tubuhnya ikut berpindah.

Bergkamp hanya butuh tiga sentuhan untuk bisa menjebol gawang Argentina yang dikawal Carlos Roa. Ia punya segalanya untuk mewujudkan gol itu, lewat kerjasama tim yang sempurna, plus visi, teknik, kecerdikan, serta ketenangan yang dimilikinya.

Sentuhan pertama adalah ketika ia menerima umpan jarak jauh. Kedua, Berkgkamp melalui kaki kanannya berhasil melewati penjagaan Roberto Ayala. Sentuhan ketiga dimanfaatkan dengan sontekan ke arah pojok kanan gawang, tanpa bisa dihalau sang kiper.

Terciptalah momen keindahan estetis!

Di kalangan pesepak bola, Bergkamp adalah pria baik-baik, maka ia pun memperlakukan bola di kaki kanannya itu dengan baik.

Tendangan tadi bukan tendangan sporadis. Ia tidak lahir tanpa pemikiran matang, tidak pula muncul dari frustrasi akibat kepungan lawan. Bergkamp, dalam waktu yang kepalang singkat itu benar-benar berpikir. Ia menafsir ruang, menghitung kemungkinan, dan mengambil keputusan.

Gol itu menjadi tambah terkenal berkat komentator sepakbola Belanda, Jack van Gelder. Saking takjubnya ia kepada gol itu, sampai-sampai Van Gelder menyebut nama “Dennis Bergkamp” hingga 10 kali dari mulai bola dilepaskan De Boer sampai kemudian Bergkamp melakukan perayaan.

Namun di turnamen tersebut, kejeniusan Bergkamp harus terhenti oleh keperkasaan Brasil saat berlaga di babak semifinal. Tim Oranye dikalahkan melalui adu penalti.

Akan tetapi, bagaimanapun, momen-momen terbaiknya merepresentasikan sepakbola dengan kedalaman akan selalu menjadi hal yang amat brilian. Bergkamp memiliki kapasitas supernatural untuk menciptakan level intelegensi, dan teknik permainan sepakbola menawan yang kita lihat selama ini.

Garin Nanda

Garin Nanda

Next Post
Pemain Incaran Juventus Bulan Januari 2020

Pemain Incaran Juventus Bulan Januari 2020

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with us

  • 135 Followers
  • 61.3k Followers
  • 200k Subscribers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

The Biography of Robert Lewandowski

April 2, 2019
Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

August 1, 2019

The Life Story of N’Golo Kante

February 28, 2019

Why Football Players Shave their Leg-hairs

April 25, 2019

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

0

What is good from Frenkie de Jong?

0

A Life Story of Paulo Dybala

0

Who is actually Ole Gunnar Solskjaer?

0

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

Recommended

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Read more

Categories

  • Basketball
  • BERITA BOLA
  • BIOGRAFI
  • Boxing
  • CERITA
  • Cycling
  • Football
  • Football Stories
  • Formula 1
  • Golf
  • Moto GP
  • Story
  • Tennis
  • Uncategorized

Tags

acmilan Ajax argentina Barcelona biography brazil Champions League chelsea filippoinzaghi footballstar Football Stories Football Story intermilan italy juventus liga champions lionelmessi liverpool luissuarez manchester city manchester united manchesterunited mariobalotelli messi MMA MotoGP 2017 mourinho MU neymar pemain terbaik premierleague premier league realmadrid real madrid ronaldinho ronaldo rumor transfer Super Bowl The Presidents Cup UFC US Sports Valentino Rossi worldcup Zlatan Ibrahimovic zlatanibrahimovic

Recent News

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Story
  • Football Stories

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In