• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 29, 2024
  • Login
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
No Result
View All Result
Home BIOGRAFI

Biografi Kingsley Coman, Muda, Cepat dan Bertalenta

Khairul Anwar by Khairul Anwar
September 18, 2019
in BIOGRAFI
0 0
0
Biografi Kingsley Coman, Muda, Cepat dan Bertalenta
Share on FacebookShare on Twitter

Kingsley Coman lahir pada tanggal 13 juni 1996 di Seint Et Marne, Paris, Prancis. Coman lahir dari seorang ayah asal Guedeloupe bernama Cristian dan seorang ibu asli Prancis bernama Katia.

Sejak kecil, Coman sudah tertarik untuk bermain bola, pemain idolanya saat itu adalah Thiery Henry. Kehebatan Henry di lapangan membuat Coman termotivasi untuk menjadi pemain profesional.

Coman lalu mengawali karirnya saat berusia enam tahun dengan bergabung dengan klub US Sennart Moissy pada tahun 2002. Dua tahun menimba ilmu di klub tersebut, Coman hengkang ke akademi Paris Saint Germain guna meningkatkan kemampuan dan menambah pengalaman.

Menurut ayahnya, saat kecil, Coman selalu menangis saat timnya menderita kekalahan dalam sebuah turnamen, bahkan Coman akan mengurung diri selama satu hari dan tidak ingin berbicara dengan siapa pun.

Coman berkembang pesat di akademi PSG dan dianggap sebagai pemain paling menjanjikan. Karena kemampuannya yang menonjol, Pada usia 10 tahun Coman sudah memperkuat PSG di level u-14, sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang Coman.

Setelah kurang lebih delapan tahun bermain di tim junior PSG, Coman melakukan debut profesionalnya pada 17 februari 2013. Hal itu membuatnya menjadi pemain termuda dalam sejarah PSG yang lakukan debut, saat itu Coman berusia 16 tahun 8 bulan dan 4 hari.

Bersama PSG, Pria berzodiak Gemini ini gagal menembus skuad utama, ia hanya tampil dalam empat pertandingan dan tidak mencetak gol.

Potensi dan bakatnya kemudian ditampung oleh raksasa Italia, Juventus. Pada musim panas 2014 Coman resmi menandatangani kontrak selama lima tahun di klub Kota Turin. Pada 30 Agustus Coman menjalani pertandingan pertamanya bersama si nyonya tua.

Saat itu, Coman tampil melawan Chievo dalam ajang Serie A. Di mana Juventus menang 1-0. Pada 15 Januari 2015, Coman mencetak gol profesional pertamanya di babak 16 besar Coppa Italia, ketika menaklukkan Hellas Verona dengan 6-1.

Satu bulan kemudian, Coman tampil untuk pertama kalinya di ajang Liga Champions saat melawan Borrusia Dortmund.

Musim pertamanya di Juventus dilalui dengan torehan 20 penampilan dan mencetak 1 gol. Performa yang tidak terlalu memuaskan membuat pihak klub meminjamkan Coman ke klub Jerman, Bayern Munchen pada 2015.

Di FC Bayern lah Coman mampu menunjukan kualitas terbaiknya. Ia sering dipercaya tampil. Laga pertamanya terjadi pada 12 september 2015, saat ia menggantikan Arturo Vidal dibabak kedua, dalam kemenangan 2-1 atas Augsburg.

Seminggu kemudian, Coman mencetak gol pertamanya untuk FC Bayern saat lesakkan bola ke gawang FC Darmstad dalam kemenangan tim dengan skor 3-0.

Pada 24 November 2015, Coman mencetak gol pertamanya di Liga Champions dan membantu timnya menang 4-0 atas Olympiacos. Performa apik Coman di tahun 2015 membuatnya raih predikat Golden Boy dengan menempati urutan kedua dibawah Anthony Martial.

Menjalani musim yang baik, Coman mengantar FC Bayern merengkuh dua trofi domestik yakni Bundesliga dan DFB Pokal. Coman sendiri mencatatkan 6 gol dari 35 penampilan di musim pertamanya berkostum FC Bayern.

Pada musim 2016/17, performa Coman menurun seiring dengan cedera yang di alaminya, dari 25 laga yang dijalani, Coman hanya membuat 2 gol. April 2017, Coman memperpanjang kontrak dengan FC Bayern hingga 2020.

Musim 2017/18 menjadi musim yang luar biasa bagi Coman, Ia telah memainkan 32 pertandingan, mencetak tujuh gol dan memberikan delapan assist di semua kompetisi. Meski begitu, perjalanannya sempat di ganggu oleh cedera ligamen pada februari 2018 yang membuatnya sempat absen selama 3 bulan.

Setelah pulih dari cedera, Coman kembali merumput bersama FC Bayern di laga Final DFB Pokal melawan Eintracht Frankfurt di mana ia masuk sebagai pemain pengganti. Sayang FC Bayern harus takluk dari Frankfurt. Di musim itu Coman hanya membantu FC Bayern kembali meraih gelar Bundesliga.

Memasuki musim berikutnya, Coman membantu FC Bayern membalaskan kekalahan dari Eintracht Frankfurt di ajang piala super Jerman, yang mana The Bavarian memenangi laga dengan skor 5-0.

Pada beberapa laga selanjutnya, Coman kembali menderita cedera yang sama seperti musim sebelumnya, sehingga ia harus absen selama tiga bulan. Awal desember Coman kembali dari cedera dan bermain melawan Werder Bremen.

Pada 15 desember, Coman menjalani pertandingan ke 100 bersama FC Bayern dalam kemenangan 4-0 di kandang Hannover. Lima bulan kemudian, Coman membuat 2 gol dalam kemenangan 4-1 Fc Bayern atas Fortuna Dusseldorf. Pada akhir musim, Coman memenangkan trofi bundesliga ketiga secara beruntun dan meraih gelar DFB-Pokal.

Di pentas Internasional, Coman menjalani debut besama Timnas Prancis u-16 di tahun 2011. Setahun berselang ia memperkuat Prancis u-17 dan setelah itu secara berturut-turut membela Les Bleus u-18, u-19 dan u-21. Di usia 17 tahun Coman melakukan debut untuk tim u-21 ketika Prancis menang 6-0 atas Singapura di laga uji coba.

Coman melakukan debutnya untuk timnas senior pada 13 november 2015 dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman. Tahun berikutnya, Coman menjadi bagian dari skuad Les Bleus yang tampil di Piala Eropa. Dari tujuh pertandingan yang dijalani Prancis, Coman hanya absen satu kali. Performa apiknya membuat namanya masuk nominasi sebagai pemain muda terbaik. Namun penghargaan itu jatuh ke tangan Renato Sanches.

Dua tahun kemudian, Coman gagal menembus skuad Prancis yang Juara piala dunia karena alami cedera sebelum turnamen yang berlangsung di Rusia.

Dalam kisah asmaranya, Coman menjalin hubungan dengan model Prancis, Sephora Goignan dan keduanya telah memiliki seorang anak. Pada tahun 2017 hubungan keduanya sempat memburuk, Coman menyerang kekasihnya karena masalah terkait akun Instagramnya.

Atas penyerangan yang dilakukan, Coman didenda oleh pihak terkait. Dan hal itu juga membuat Coman harus berurusan dengan pihak berwajib selama 8 hari yang berakibat ia absen jalani pelatihan di klub.

Di luar sepakbola, winger berpostur 179 cm ini ini akan menghabiskan waktu dengan jalan-jalan keliling kota, mendengarkan musik,membaca majalah, dan mengobrol dengan para sahabat.

Sering dianggap sebagai pemain muda yang menjanjikan pada generasinya, Coman adalah pemain sayap yang cepat, memiliki skill individu yang baik, dribel, dan akselerasi. Di FC Bayern sendiri, Coman berteman dekat dengan sesama pemain sayap lainnya, Douglas Costa.

Khairul Anwar

Khairul Anwar

Next Post
Hari Ketika Manchester United Berkunjung Ke Neraka

Hari Ketika Manchester United Berkunjung Ke Neraka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with us

  • 139 Followers
  • 61.3k Followers
  • 202k Subscribers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

The Biography of Robert Lewandowski

April 2, 2019
Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

August 1, 2019

The Life Story of N’Golo Kante

February 28, 2019

Why Football Players Shave their Leg-hairs

April 25, 2019

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

0

What is good from Frenkie de Jong?

0

A Life Story of Paulo Dybala

0

Who is actually Ole Gunnar Solskjaer?

0

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

Recommended

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Read more

Categories

  • Basketball
  • BERITA BOLA
  • BIOGRAFI
  • Boxing
  • CERITA
  • Cycling
  • Football
  • Football Stories
  • Formula 1
  • Golf
  • Moto GP
  • Story
  • Tennis
  • Uncategorized

Tags

acmilan Ajax argentina Barcelona biography brazil Champions League chelsea filippoinzaghi footballstar Football Stories Football Story intermilan italy juventus liga champions lionelmessi liverpool luissuarez manchester city manchester united manchesterunited mariobalotelli messi MMA MotoGP 2017 mourinho MU neymar pemain terbaik premierleague premier league realmadrid real madrid ronaldinho ronaldo rumor transfer Super Bowl The Presidents Cup UFC US Sports Valentino Rossi worldcup Zlatan Ibrahimovic zlatanibrahimovic

Recent News

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Story
  • Football Stories

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In