• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, April 12, 2024
  • Login
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
  • Home
  • Story
  • Football Stories
No Result
View All Result
FOOTCHAMPION
No Result
View All Result
Home BIOGRAFI

Biografi Samuel Eto’o

Garin Nanda by Garin Nanda
December 4, 2019
in BIOGRAFI
0 0
0
Biografi Samuel Eto’o
Share on FacebookShare on Twitter

Samuel Eto’o Fils lahir pada 10 Maret 1981 di Douala, Kamerun. Eto’o lahir dari pasangan David Eto’o dan Christine Eto’o. Eto’o lahir dari seorang ibu yang bekerja sebagai penjual ikan. Sementara sang ayah bekerja sebagai seorang akuntan.

Sejak kecil, Eto’o sudah sangat menyukai sepak bola. Ia bahkan sudah bercita-cita sebagai pemain terbaik Afrika. Karena memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang pemain profesional, Eto’o lalu bergabung dengan akademi olahraga, Kadji Sport Academy, yang berada didekat tempat tinggalnya.

Eto’o menimba ilmu disana selama kurang lebih empat tahun. Pada tahun 1996, Eto’o pergi ke Prancis untuk mencari klub. Namun sayang tidak ada satupun yang menerimanya. Saat itu, Eto’o juga dianggap sebagai imigran gelap karena tidak memiliki identitas yang jelas.

Setelah mendapat berbagi penolakan di Prancis, Eto’o lalu hijrah ke Spanyol. Disana, bakatnya diminati oleh raksasa ibukota, Real Madrid. Eto’o bergabung dengan akademi muda Real Madrid pada 1997, tetapi ia hanya bisa berlatih bersama Real Madrid B, karena masih berada di bawah umur.

Real Madrid B bermain di tingkat ketiga sepak bola Spanyol atau Segunda Division B, di mana pemain non-Uni Eropa tidak diizinkan untuk tampil. Oleh karena itu, Eto’o dipinjamkan ke Leganes pada musim 1997/98.

Usai bermain selama dua musim di Leganes, Samuel Eto’o kembali ke Madrid tapi tidak mendapat tempat di tim inti Los Blancos. Kabar yang beredar saat itu menyebutkan Samuel Eto’o tidak pantas mengenakan kostum Real Madrid, karena pemain asal Kamerun itu dianggap tidak tampan. Presiden el Real, Florentino Perez, menjadi pihak yang memutuskan untuk meminjamkan Eto’o ke Real Mallorca.

Namun disaat yang sama, Real Madrid juga diisi oleh sejumlah striker berkelas hingga membuat Eto’o sulit untuk menembus tim utama.

Bermain di Mallorca, Eto’o mencetak empat gol dari 19 penampilan. Pada akhir musim, Eto’o resmi meninggalkan Real Madrid, dan menandatangani kontrak permanen bersama Mallorca dengan biaya senilai 4,4 juta pounds atau setara lebih dari 73 milliar rupiah.

Di musim keduanya, Eto’o mencetak 11 gol dan mulai mendapatkan perhatian dunia. Presiden Mallorca, Mateo Alemany, mengatakan Eto’o memiliki permainan yang sangat indah. Bahkan ia ragu apakah ada pemain yang lebih baik dari Eto’o di Liga Spanyol saat itu.

Di Mallorca, Eto’o benar-benar membangun dirinya. Ia menyita perhatian banyak klub. Ia menjadi pujaan fans The Islanders karena dua hal, yakni kemampuan dan sifat sosialnya.

Puncak kejayaan Mallorca dan Eto’o adalah menjuarai Copa del Rey 2002/03. Dari pemain buangan yang merasa tidak mendapatkan kesempatan bermain di Bernabeu karena warna kulitnya, Eto’o langsung menemukan rumah di Kepulauan Balears. Diasuh Luis Aragones, Eto’o belajar menjadi pemain yang lebih baik, dan lebih peduli kepada teman-teman seperjuangannya.

Eto’o menjadi top scorer La Liga, dan mengoleksi 54 gol untuk Mallorca. Barcelona lalu tertarik membelinya dengan harga 24 juta euro atau setara 375 juta milliar rupiah, atau lima kali lipat lebih dari harga yang dikeluarkan Mallorca untuk memboyongnya dari Madrid. Di Madrid, Florentino Perez menyesali keputusannya, dan bermaksud memboyong kembali Samuel Eto’o. Namun Mallorca terlanjur telah meneken kesepakatan. Keadaan semakin sulit setelah Madrid telah memenuhi kuota tiga pemain non-Uni Eropa.

Saat itu sebetulnya banyak yang menginginkan jasa Eto’o. Tercatat ada nama-nama seperti Machester United, Valencia, hingga Barcelona itu sendiri.

Jauh sebelum Samuel Eto’o membangun reputasinya sebagai pemain profesional, timnas Kamerun telah melihat bakat luar biasanya sedini mungkin. Samuel Eto’o masuk timnas Kamerun pada usia 14 tahun, dan tampil melawan Kosta Rika pada 9 Maret 1996.

Tahun 1998, Eto’o menjadi pemain termuda di ajang Piala Dunia. Ia bermain ketika Kamerun dikalahkan Italia 3-0, saat itu usianya 17 tahun lebih tiga bulan. Empat tahun kemudian, Eto’o mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 2002, ketika Kamerun mengalahkan Arab Saudi. Ia adalah bagian timnas Kamerun yang memenangkan Piala Afrika 2000 dan 2002, dan peraih medali emas Olimpiade 2000. Ia mendepak Brasil dari Piala Konfederasi 2003 lewat gol tunggalnya.

Eto’o kini menjadi leading scorer Piala Afrika dengan 16 gol. Untuk semua sukses di dalam dan di luar Afrika, Samuel Eto’o empat kali meraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika.

Di Barcelona, Eto’o melakukan debut bersama Los Cules pada 29 Agustus 2004. Di Barcelona, nama Eto’o semakin melambung. Ia berhasil mengangkat tujuh piala bersama Barcelona. Termasuk tiga gelar La Liga dan dua piala Liga Champions.

Meski saat itu Barcelona memiliki banyak bintang di timnya, Eto’o sukses menjadi penentu di dua laga final Liga Champions yang dilakoni Barcelona. Tepat pada 2009, ia menjadi bagian dari FC Barcelona yang berhasil meraih enam gelar dalam satu musim kompetisi.

Bersamaan dengan semua sukses yang diraihnya, sentimen rasis menggejala di Spanyol. Ia kerap menjadi sasaran pelecehan fans klub-klub tertentu. Bahkan Samuel Eto’o sempat meninggalkan lapangan ketika fans Zaragoza mencemoohnya dengan nyanyian rasis.

Ia juga merasa perlu mengungsikan istri dan ketiga anaknya ke Paris, karena Spanyol tidak bersahabat lagi dengan warga kulit hitam. Padahal, Samuel Eto’o telah menjadi warga negara Spanyol.

Bersama pemain kulit hitam lainnya, Samuel Eto’o melawan rasisme di sepakbola Spanyol dan Eropa. Thierry Henry terlibat di dalamnya. Peserta aktif lainnya adalah Marco Zoro, pemain Benfica.

Sukses bersama Barcelona membuat Eto’o diincar oleh beberapa klub. Setelah menyumbangkan enam gelar untuk Blaugrana, Eto’o bergabung dengan Inter Milan dan kembali membangun kejayaan disana.

Pemain asal Kamerun mengemas 18 gol dari 46 penampilan di musim pertamanya. Dengan perincian 12 gol di Liga Italia, dua Liga Champions dan masing-masing satu di Coppa Italia dan Piala Super Italia.

Memenangkan tiga gelar bergengsi dalam satu musim kompetisi bersama I Nerazzuri, Eto’o mencetak rekor. Ia menjadi pesepakbola pertama yang meraih treble winner beruntun bersama dua klub berbeda.

Namun lagi-lagi, tak hanya di Spanyol, di negri Pizza, Eto’o kembali mendapat perlakuan rasis. Saat itu, Eto’o mendapat perlakuan rasis dari supporter Cagliari. Namun ia menjawab hinaan tersebut dengan mencetak gol yang sekaligus menjadi penentu kemenangan bagi klub berjuluk I Nerazzuri.

Musimnya di Inter tak berlangsung lama. Setelah dua musim berseragam biru-hitam, Eto’o hijrah ke klub Rusia, Anzhi Makhachkala, di tahun 2011. Bersama Anzhi, sosok pengoleksi 118 caps dan 56 gol serta sepasang titel Piala Afrika bersama tim nasional Kamerun tersebut kesusahan untuk mengembalikan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.

Setelah bermain di Russia, Eto’o coba berkarier di Inggris dengan bergabung bersama Chelsea, sebelum akhirnya membela Everton di musim berikutnya. Karena seolah tak mampu berbuat banyak, Eto’o lalu pindah ke Sampdoria pada tahun 2015.

Eto’o sempat digoda untuk kembali ke Mallorca setelah dirinya dilepas Sampdoria. Namun ia lebih memilih Antalyaspor sebagai pelabuhan berikutnya.

Pada tahun 2018, Eto’o bergabung dengan Konyaspor, dan mengakhiri perjalanan emasnya dalam dunia sepak bola di klub Qatar SC.

Sebelum pensiun, kontrak Eto’o di Qatar SC sempat tidak diperpanjang. Selama hampir satu bulan lebih menganggur tak ada tawaran yang datang, mantan bintang Barcelona itu akhirnya memilih untuk mengakhiri kariernya alias pensiun.

Selama menjalani karier bersama 14 klub berbeda, Eto’o telah menjalani 716 pertandingan dengan menyumbangkan 359 gol dan 116 assist.

Garin Nanda

Garin Nanda

Next Post
Marc Barta, Borussia Dortmund Dan Ledakan Bom Di Bus Kala Itu

Marc Barta, Borussia Dortmund Dan Ledakan Bom Di Bus Kala Itu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with us

  • 134 Followers
  • 61.3k Followers
  • 200k Subscribers
  • 23.8k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

The Biography of Robert Lewandowski

April 2, 2019
Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

Mengapa Hanya Ada Tiga Kali Pergantian Pemain ?

August 1, 2019

The Life Story of N’Golo Kante

February 28, 2019

Why Football Players Shave their Leg-hairs

April 25, 2019

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

0

What is good from Frenkie de Jong?

0

A Life Story of Paulo Dybala

0

Who is actually Ole Gunnar Solskjaer?

0

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

Recommended

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

Lance Armstrong Is Facing a $100 Million Lawsuit From the U.S. Government

April 13, 2020

McLaren’s F1 reboot needs to be successful for the sake of the sport

April 12, 2020

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Read more

Categories

  • Basketball
  • BERITA BOLA
  • BIOGRAFI
  • Boxing
  • CERITA
  • Cycling
  • Football
  • Football Stories
  • Formula 1
  • Golf
  • Moto GP
  • Story
  • Tennis
  • Uncategorized

Tags

acmilan Ajax argentina Barcelona biography brazil Champions League chelsea filippoinzaghi footballstar Football Stories Football Story intermilan italy juventus liga champions lionelmessi liverpool luissuarez manchester city manchester united manchesterunited mariobalotelli messi MMA MotoGP 2017 mourinho MU neymar pemain terbaik premierleague premier league realmadrid real madrid ronaldinho ronaldo rumor transfer Super Bowl The Presidents Cup UFC US Sports Valentino Rossi worldcup Zlatan Ibrahimovic zlatanibrahimovic

Recent News

Super Bowl 2017: Here’s How Many People Watched the Super Bowl

April 15, 2020

Arsenal and Sutton communities teams deepen bonds

April 14, 2020

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Story
  • Football Stories

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In