Footballovers, Mantan striker Manchester United dan tim nasional Bulgaria, Dimitar Berbatov, telah mengonfirmasi dirinya pensiun dari sepakbola di usia 38 tahun.
Berbatov, yang terakhir bermain untuk klub Liga Super India, Kerala Blasters, pada 2018, mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola itu di akun Instagram pribadinya.
Dalam perjalanan karirnya, Berbatov telah bermain di delapan klub berbeda, CSKA Sofia, Bayer Leverkusen, Totenham Hotspurs, Man United, Fulham, AS Monaco, PAOK, dan Kerala Blasters. Selama dua dekade tersebut, Berbatov telah bermain lebih dari 650 pertandingan dan mencetak 281 gol dalam kariernya.
Pada masanya, Berbatov juga dikenal sebagai pemain yang malas. Ia adalah seorang penyerang. Di beberapa klub yang ia bela, posisi ini tidak pernah berubah. Tapi, dari gerak-geriknya selama menjadi penyerang, tak ada sebuah keagresifan yang kerap dipertunjukkan oleh penyerang-penyerang pada umumnya.
Berbatov selalu terlihat malas. Tidak ada niat sama sekali. Berbatov tidak akan pernah bisa dipaksa untuk bermain dengan cara lain. Itu bukan gayanya. Namun pendekatan ini jugalah yang mendefinisikan permainannya.
“Kamu tidak akan melihat saya terengah-engah di atas lapangan. Ada ungkapan dalam bahasa Bulgaria yang mengatakan bahwa kualitas tinggi tidak membutuhkan banyak usaha.” Nah, seperti inilah Berbatov, sesuai kata-katanya sendiri.
Mantan pemain Fulham, Brade Hangeland juga pernah berujar tentang Berbatov, Ia menyebut bahwa penyerang asal Bulgaria tersebut adalah penyerang yang malas.
Hal ini diutarakan oleh Hangeland. Dalam wawancaranya dengan ESPN FC, ia mengungkapkan bahwa Berbatov bahkan lebih sering mengikuti pemijatan ketimbang ikut berlatih bersama rekan-rekannya. Hangeland mengalami ini ketika berada di satu tim bersama Berbatov di Fulham.
“Aku tidak pernah melihat pemain yang banyak dipijat begitu sering seperti Berbatov. Aku yakin ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk dipijat daripada berlatih. Setiap kali pemain lain berlatih, Berbatov pasti akan sibuk dipijat, dan agar hal ini tetap bersifat rahasia, pada akhir musim nanti ia akan memberikan hadiah kepada fisioterapis klub,” ujar Hangeland.
Melihat pergerakan Berbatov setiap kali bertanding, dan juga mendengarkan pengakuan dari temannya sendiri tentang apa yang ia lakukan saat rekan-rekan setimnya latihan, boleh-boleh saja mencap Berbatov sebagai penyerang yang malas.
Tapi, memerhatikan segala rekor yang pernah ia cetak bersama tim-tim yang ia bela, sifat pemalas ini tampaknya tidak terlalu memberikan pengaruh besar ketika ia bertanding di sebuah pertandingan kompetitif. Selama membela beberapa tim di liga-liga yang berbeda, cukup banyak gol-gol yang ia cetak.
Berbatov mengawali karir profesionalnya di klub Bulgaria, CSKA Sofia pada tahun 1998. Tiga tahun bersama CSKA Sofia, Berbatov mengukir 38 gol dari 65 penampilan.
Pada tahun 2000, Berbatov kemudian melanjutkan karir di Jerman bersama Bayer Leverkusen, Awal waktunya di Jerman berjalan kurang menyenangkan karena ia kerapkali digunakan sebagai pemain cadangan. Namun, perlahan ia pun mulai mendapat tempat di starting XI.
Namanya mulai mencuat di musim 2004/05 berkat penampilan apiknya di Bundesliga dan Liga Champions. Di musim itu Berba mencetak total 26 gol di semua kompetisi. Sempat diincar beberapa klub besar, Berba bergabung ke Tottenham Hotspur dengan biaya sekitar 10,9 juta paun atau sekitar Rp 185 miliar di tahun 2006.
Penyesuaian pun harus ia lakukan ketika tiba di Inggris. Permainan Liga Primer Inggris yang kencang dan mengandalkan fisik tentunya bukan permainan yang Berbatov biasa mainkan. Namun hal itu terbukti bisa diatasi dengan baik oleh Berbatov.
Berba berhasil menjadi juru gedor utama Spurs. Selama dua musim di London, ia berhasil mencetak 27 gol dari 70 penampilan, sebuah catatan yang memukau Sir Alex Ferguson untuk memboyongnya ke Old Trafford di tahun 2008.
Kesuksesan yang di raih Berbatov dalam bermain sepak bola bisa dikatakan saat dirinya memperkuat Man United. Penyerang asal Bulgaria itu berkostum setan merah selama kurun waktu 4 tahun. Selain raihan sejumlah trofi,dirinya juga sukses menjadi andalan lini depan MU, total Berba telah mencetak 56 gol dari 149 laga.
Bahkan, pada musim 2010/11, Berbatov sukses menasbihkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi paling ketat seluruh dunia. Berbatov merasa bangga dengan 20 gol nya di musim tersebut.
Nama Berbatov semakin melegenda di Old Trafford setelah menjadi satu dari sekian banyak pemain MU yang mampu mencetak hattrick ke gawang Liverpool dalam pertandingan Liga Primer. Hattrick ini bahkan mengantarkan Setan Merah menang atas The Reds dengan skor 3-2, sekaligus menenggelamkan dua gol yang dicetak Steven Gerrard kala itu. Tak hanya itu, ia juga pernah mencetak lima gol dalam satu laga dalam pertandingan melawan Blackburn Rovers.
Setelah jalani masa keemasan di MU, Berba hijrah ke Fulham. Musim pertamanya di Fulham, ia mampu menggelontorkan 15 gol dari 36 penampilan di semua kompetisi, atas capaianya, dirinya lantas dinobatkan sebagai pemain terbaik Fulham.
Namun seiring dengan usianya yang semakin tua, ketajamannya juga makin menurun. Ketika memperkuat Fulham di musim keduanya, lalu AS Monaco, PAOK dan Kerela Blasters di Liga India tidak banyak gol yang ia ciptakan. Selama lima musim bersama empat tim tersebut, Berbatov hanya membukukan 29 gol.
Di level tim nasional, Berbatov adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Bulgaria, sebelas tahun berkiprah, Berba catatkan 48 gol dari 78 penampilan.
Berbatov, walaupun di akhir-akhir karirnya tidak mampu mencetak banyak gol, ia masih akan selalu dikenang sebagai striker papan atas yang pernah berlaga di eropa.
Berbatov memang malas. Gerakannya tidak seliat dan setangkas Robert Lewandowski, Sergio Aguero, ataupun Luis Suarez. Ia juga mungkin tidak rajin mengikuti sesi latihan dan lebih senang dipijat. Tapi ia tetap mencetak gol. Ia tetap menunaikan tugasnya sebagai penyerang. Itu adalah nilai lebih dari seorang Berbatov yang membuatnya mampu berkontribusi di setiap klub yang ia bela.
Selama menikmati masa tua mu Berba…. !!!






