Tidak bisa dinafikan jika Toni Kroos merupakan salah satu gelandang super berkelas. Datang dari wilayah Jerman Timur, Kroos menjadi pemain pertama yang mampu meraih trofi Piala Dunia. Menapakai karier junior diklub Bayern Munchen, Kroos lebih dulu dipinjamkan ke Bayer Leverkusen sebelum akhirnya kembali lagi ke klub berjuluk The Bavarian.
Di klub tersebut, prestasi Toni Kroos tergolong luar biasa. Tercatat ia telah memenangkan sebanyak tiga gelar Bundesliga, dua DFB-Pokal, hingga satu trofi Liga Champions Eropa.
Kala itu, ia menjadi salah satu pemain paling menonjol di kubu Die Roten. Bukan kejutan bila pemain yang kini berusia 29 menjadi incaran banyak klub-klub Eropa. Hingga tepat pada tahun 2014, pemain berambut pirang itu resmi berseragam Real Madrid. 17 Juli 2014 menjadi hari dimana Kroos resmi diperkenalkan ke publik el Real dengan mahar senilai 25 juta euro atau setara 396 milliar rupiah.
Namun sebelum bergabung dengan skuat Los Galacticos, tahukah kalian bahwa Toni Kroos telah setuju untuk gabung Manchester United?
Toni Kroos, mengakui bahwa dia pernah mencapai kesepakatan lisan dengan Manchester United. Momen tersebut terjadi pada tahun 2014 silam, pasca memenangkan Piala Dunia.
Selain moncer bersama FC Bayern, Toni Kroos bersama Timnas Jerman juga mampu memenangkan Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil. Usai menjadi juara dunia, saat itu Kroos memang punya niatan untuk pindah dari Bayern.
Saat sedang menjalani masa-masa bursa transfer pemain, Kroos sangat dekat untuk bergabung dengan Manchester United. Bahkan, sudah ada kesepakatan lisan antara dirinya dengan klub asal Inggris tersebut. Tetapi sayang seribu sayang, tidak ada deal yang terjadi antara United dan Kroos.
“Aku mengetahui bahwa Manchester United mencintaiku dan bahwa David Moyes juga mendukung penuh transfer itu. Kami punya sore yang sangat menyenangkan,”
“Kami bicara banyak hal tentang rencana United dan mereka meyakinkanku,”
“Pada akhirnya, kami sepakat secara lisan untuk itu. Tetapi itu tidak terjadi,” ungkap Kroos (dikutip dari football-espana)
Ternyata seperti diberitakan manchester evening, kepergian David Moyes dari kubu United menjadi penyebab kegagalan transfer tersebut.
Saat itu, performa United dibawah asuhan David Moyes memang sangat tidak stabil. Mereka kerap mendapat hasil minor dan kehilangan poin dilaga-laga penting.
Setelah gagal mendapatkan Kroos dari Bayern Muchen, MU akhirnya mengalihkan bidikan ke Ander Herrera.
Namun meski gagal bergabung dengan Manchester United, Toni Kroos malah merasa beruntung. Kroos menegaskan bahwa dia tidak pernah menyesali kegagalan pindah ke Manchester United. Dia sangat menikmati karirnya di Real Madrid, dengan banyak gelar juara yang diraih.
“Aku bisa mengatakan satu hal yang pasti. Jika aku bermain di Manchester United, aku tidak akan pernah memenangkan gelar Liga Champions tiga kali,” tegas Toni Kroos. (dikutip dari football-espana)
Toni Kroos mampu meraih banyak gelar bersama Real Madrid. Selain tiga gelar juara Liga Champions, Toni Kroos juga sukses meraih gelar juara La Liga, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub dan Supercoppa Espana.
Tampaknya, saat itu keberuntungan memang sedang tidak berpihak pada United. Menurut Moyes, selain Kroos, MU juga nyaris mendapatkan jasa Gareth Bale dan Cesc Fabregas.
“Saat itu, sebelum jendela transfer ditutup, kami memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan Gareth Bale,”
“Kami benar-benar berusaha untuk berbicara dengan Gareth Bale agar mau keluar dari Real Madrid. Saat itu kami sudah masuk ke separuh obrolan,”
“Selain Bale, nama Fabregas juga masuk ke daftar belanja. Dan kesepakatan dengan dua pemain tersebut nyaris tercapai. Tapi entah kenapa, manajemen MU saat itu memiliki banyak sekali cerita ketidak beruntungan.” ungkap Moyes (dikutip dari squawka).
Musim semakin berlalu, United terus mencari sosok gelandang yang diinginkan, hingga pada akhirnya klub yang bermarkas di Old Trafford berhasil mendapat tanda tangan Paul Pogba. Gelandang asal Prancis itu berhasil membantu United untuk memenangkan turnamen Piala Europa dan Carabao Cup. Namun, raksasa Manchester terus menuai kegagalan saat bersaing di kompetisi Premier League.







