Dunia pernah dikejutkan dan digegerkan oleh pesepak bola asal Jepang, Kazuyoshi Miura. Bukan tanpa alasan, pasalnya Miura merupakan pemain tertua dunia yang masih aktif bermain. Pada 11 januari 2019 lalu, Miura memperpanjang kontraknya dengan klub yang dibelanya, Yokohama FC di usia yang semestinya digunakan untuk istirahat dan bersenang-senang dengan cucu, yakni 52 tahun.
Tapi tahukah kalian footballovers, ternyata Miura bukanlah pemain paling tua yang masih aktif bermain di lapangan hijau. Isaak Hayik, Pesepak bola Israel lah yang merupakan pemain tertua di muka bumi.
Dengan rambut putih yang terlihat mencolok dan kulit tubuhnya sudah pada keriput, Hayik memperkuat klub Ironi Or Yehuda saat menghadapi klub Maccabi Ramat Gan di divisi keempat liga sepakbola Israel pada 6 april 2019 lalu.
Saat itu, Hayik berusia 73 tahun dan menjelang usia ke 74, yang secara resmi masuk dalam Guinness World Record. Sesudah pertandingan, Hayik yang kelahiran Irak ini mendapat piagam penghargaan.
Piagam rekor tersebut diberikan oleh perwakilan Guinness dari London. Hayik memang secara langsung menulis surat undangan terhadap Guinness. Ia berpikir dirinya akan memecahkan rekor sebagai kiper tertua.
Namun, ternyata Guinness mengatakan kepadanya bahwa ia tidak hanya menjadi kiper tertua, melainkan sebagai pemain sepak bola profesional tertua di dunia. Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh pemain asal Uruguay, Robert Carmona, yang masih bermain di usia 53 tahun pada 2015 lalu.
Hayik bahkan menulis di Facebook bahwa beberapa rekan setimnya sudah seperti cucunya sendiri. Hayik mulai bermain bola sejak 50 tahun atau 60 tahun lalu. Dalam tulisannya tersebut, ia menyebut usia hanyalah sebuah angka.
Namun, dirinya sadar selalu dapat mewujudkan mimpi jika percaya pada diri sendiri. ”Salam dari saya, pesepak bola aktif tertua di dunia,” tulis Hayik di laman Facebooknya.
Dalam pertandingan yang berkesudahan dengan skor 1-5 untuk kemenangan Maccabi Ramat Gan ini, Hayik melakukan beberapa penyelamatan gemilang meskipun timnya kalah.
Pasca Laga, Hayik juga mengatakan ia mempersembahkan keberhasilannya ini untuk olahraga Israel. “Ini bukan hanya kebanggaan buat saya, tetapi secara umum bagi olahraga Israel,” kata Hayik (Dikutip dari Dhakatribun).
Selain itu, Hayik juga mengaku siap jika dipasang untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,”Saya siap untuk pertandingan lain,” kata Hayik (Dikutip dari TheStar)
Hayik dan keluarganya merupakan bangsa Yahudi yang pindah ke Israel saat berusia 4 tahun atau saat negara Irak menentang bangsa Yahudi yang membentuk negara Israel pada 1948.
Anak-anaknya berbicara tentang kebanggaan mereka terhadap prestasi ayah mereka. Salah seorang putranya, Moshe Hayik yang berusia 36 tahun, menggambarkan prestasi ayahnya sebagai “luar biasa”. Moshe juga mengatakan dia dan ayahnya dulu bermain bersama.
“Saya dulu lelah sebelum dia melakukannya,” kata Moshe Hayik
“Dia tidak bisa dipercaya.” Lanjutnya (Dikutip dari Thestar)
Pesepak bola kelahiran april 1945 ini telihat gembira setelah menjalani pertandingan yang dilakoninya jelang upacara pemberian sertifikat. Kiper terakhir yang mencatat rekor sebagai yang tertua adalah penjaga gawang tim nasional Mesir, Essam El-Hadary. Essam menjadi kiper tertua sepanjang masa yang tampil di Piala Dunia ketika Mesir berhadapan dengan Arab Saudi, Juni 2018 lalu.
Essam saat itu berusia 45 tahun 161 hari. Ia mengalahkan rekor yang dipegang oleh kiper Kolombia Faryd Mondragon, yang tampil di Piala Dunia 2014. Mondragon saat itu berusia 43 tahun lebih tiga hari saat tampil melawan Jepang.







