Footballovers, musim panas 2019 Rodrygo Goes diperkenalkan ke publik Santiago Bernabeu sebagai salah satu pemain anyar Real Madrid musim ini. Dia merupakan pemain ketiga yang dipresentasikan setelah Luka Jovic dan Eden Hazard.
Sebelum direkrut oleh Real Madrid tak banyak yang mengenal sepak terjang Rodrygo Goes. Kini namanya mungkin akan mulai diperbincangkan seiring dengan kepindahannya ke ranah Spanyol. Perlu diketahui bahwa Madrid harus merogoh kocek cukup dalam yaitu 45 juta euro atau sekitar Rp 720 Miliar untuk mendapatkan Rodrygo.
Banyak yang menilai Rodrygo bisa menjadi Neymar-nya Real Madrid. Akan tetapi, Rodrygo menolak anggapan tersebut. Sang pemain memilih dikenal sebagai Rodrygo pemain Real Madrid daripada Neymar-nya Los Blancos.
Real madrid merupakan klub idola Rodrygo sejak kecil, ketika tawaran dari kubu el real datang, ia tidak berpikir dua kali untuk menerimanya. Bersama Real madrid, Rodrygo juga akan bermain dengan pemain idolanya, Eden Hazard.
Ketika baru tiba di kota Madrid, ia telah mengungkapkan bahwa dirinya tidak percaya jika akan bermain dengan Hazard setelah menjadikan bintang timnas Belgia itu sebagai wallpaper di ponselnya ketika ia masih remaja.
“Hazard! Dia pemain yang selalu aku ikuti. Aku punya fotonya sebagai wallpaper ponselku. Bayangkan saja. Sekarang aku akan bermain dengannya,Dan [Karim] Benzema serta Vinicius [Junior], mereka Dua fenomena.” Ujar Rodrygo. (Dikutip dari laman Marca).
Pemain bernama lengkap Rodrygo Silva de Goes lahir pada 9 januari 2001 di Sao Paolo, Brasil. Rodrygo mengawali karir di akademi Santos sejak usia 10 tahun. Enam tahun kemudian ia melakoni debut di Liga Brasil pada usia 16 tahun, saat masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-1 atas Atletico Mineiro. Gol senior pertamanya ia cetak ke gawang Ponte Preta di ajang Campeonato Paulista.
Pada usia 17 tahun, Rodrygo sudah menjadi andalan Santos dengan tampil sebanyak 35 pertandingan di Liga Brasil. Bahkan dengan kompetisi lain, total pertandingan yang dijalaninya saat itu mencapai 58 pertandingan. Sebanyak 12 gol dicetaknya.
Saat masih berseragam Santos, ada sebuah kisah unik yang menyertainya. Di kutip dalam akun twitter pribadinya, Rodrygo mengucapkan permohonan maaf kepada guru di sekolahnya karena dirinya harus bolos dari sekolah ketika masa persiapan pertandingan melawan Nacional. Di sela karirnya bersama Santos, Rodrygo memang masih aktif bersekolah dan sudah menginjak kelas 3 SMA.
“Saya harus absen sekolah karena alasan yang baik. Malam yang indah, pencetak gol termuda di Copa Libertadores! Terima kasih tuhan, untuk segalanya!.” Tulis Rodrygo dalam akun twitternya.
Ya, keputusannya untuk bolos dari sekolah berbuah manis, pasalnya Rodrygo mencatatkan rekor di ajang Copa Libertadores, dalam usia 17 tahun 66 hari ia tampil sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah turnamen antar benua Amerika Selatan tersebut.
Dalam laga melawan klub Uruguay, Nacional. Rodrygo menyumbang satu gol di menit ke-47, dalam kemenangan dengan skor 3 – 1. Hal itu ia mematahkan rekor yang sebelumnya di pegang Diego Ribas pada tahun 2003. Selain rekor pencetak gol termuda, Rodrygo juga memegang rekor sebagai pemain termuda yang bermain di Copa Libertadores.
Rodrygo memang sudah menjadi bintang sejak usia muda dan Real Madrid tahu betul kualitasnya sehingga mereka berani membayar mahal pada Santos untuk memboyongnya ke Santiago Bernabeu.
Sementara, Santos sendiri telah menghasilkan beberapa permata asal Amerika Latin yang luar biasa. Namun hanya tiga yang sangat dihormati. Pele, Robinho, dan Neymar. Dan Rodrygo adalah figur baru yang akan masuk ke dalam kelompok elit itu.
Di Real Madrid, Rodrygo harus kembali belajar. Tidak akan mudah untuknya bisa langsung menjadi andalan klub yang telah meraih 13 gelar liga champions tersebut.
Rodrygo mengaku sudah memiliki sosok panutan di Real madrid. Sosok itu adalah rekan senegaranya yang mempunyai usia hampir sama, Vinicius Junior yang telah bergabung musim sebelumnya. Keduanya pernah tergabung di tim nasional Brasil U-20. Rodrygo memandang bahwa sangat penting bagi dirinya memiliki teman yang berkebangsaan Brasil saat pindah ke Real Madrid.
Rodrygo akan lebih dulu ditempa di Real madrid Castilla sebagaimana pemain muda lainnya. Akan tetapi melihat Vinicius yang bisa beradaptasi dengan cepat, bukan tak mungkin Rodrygo pun akan mengikuti jejaknya. Apalagi Real Madrid tengah meregenerasi skuat. Para pemain muda mulai mendapatkan banyak menit bermain. Rodrygo bergabung dengan Madrid di saat yang tepat. Yang jadi pertanyaan adalah mampukah Rodrygo bersinar bersama Real Madrid ?







